Bupati Bangkalan Tegaskan HET Pupuk Tidak Bisa Diubah, Ini Penjelasanya

Jumat, 21 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bangkalan Lukman Hakim saat menanggapi isu selisih harga pupuk bersubsidi di daerah. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Bangkalan Lukman Hakim saat menanggapi isu selisih harga pupuk bersubsidi di daerah. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, menegaskan perbedaan harga pupuk bersubsidi yang sering dikeluhkan petani tidak ada kaitannya dengan perubahan Harga Eceran Tertinggi (HET). Ia menuturkan HET merupakan ketetapan resmi pemerintah yang harus dipatuhi seluruh kios resmi tanpa terkecuali.

“Kalau HET pasti sudah, sudah nggak bisa dikata-kata lagi. Itu sudah ketetapan negara, dari pemerintah,” ujar Bupati menyampaikan. Ia menekankan bahwa tidak ada ruang bagi kios untuk menaikkan harga seenaknya.

Lukman menjelaskan, selisih harga yang muncul di lapangan umumnya berasal dari biaya tambahan pengambilan pupuk dari kios menuju para petani. Jarak yang jauh menjadi pemicu kelompok tani menerapkan ongkos transport tambahan berdasarkan kesepakatan internal.

“Yang jadi persoalan kadang adalah jarak kios ke petani. Kalau petani mengambil sendiri ke kios, seharusnya tetap sesuai HET. Tapi karena kiosnya jauh, ongkos pengambilannya itu yang jadi tambahan,” jelasnya.

Ia bahkan menambahkan bahwa pemerintah tidak pernah mengatur biaya tambahan tersebut. “Biaya distribusi dari kios ke petani itu kewenangan petani atau kelompok. Itu hasil kesepakatan, bukan HET. HET-nya tetap,” ungkapnya.

Bupati juga menilai persoalan ini dapat ditekan dengan sistem pendataan digital yang lebih rapi dan terukur. Pemerintah tengah mendorong digitalisasi data lahan dan profil petani sebagai langkah pengendalian distribusi pupuk. “Dengan data yang akurat, kebutuhan pupuk tercatat jelas dan tidak ada celah untuk permainan harga di tingkat bawah,” ujarnya.

Lukman menyambut baik inovasi ini karena dinilai mampu mempersempit ruang penyimpangan dan menghemat anggaran miliaran rupiah. Ia kembali menegaskan bahwa stok pupuk di Bangkalan relatif aman dan kendala yang muncul lebih banyak disebabkan cuaca serta proses distribusi dari gudang. “Saya berharap informasi ini dipahami bersama agar tidak terjadi salah persepsi di lapangan,” tutupnya.

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru