Bupati Lamongan Jenguk Siswa Diduga Keracunan MBG

- Redaksi

Kamis, 18 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (berbaju hitam) didampingi jajaran Forkopimda menjenguk siswa SMA Negeri 2 Lamongan yang diduga mengalami keracunan makanan bergizi gratis di RSI Nashrul Ummah Lamongan, Rabu (17/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (berbaju hitam) didampingi jajaran Forkopimda menjenguk siswa SMA Negeri 2 Lamongan yang diduga mengalami keracunan makanan bergizi gratis di RSI Nashrul Ummah Lamongan, Rabu (17/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Belasan siswa SMA Negeri 2 Lamongan dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (17/9/2025). Peristiwa ini langsung mendapat perhatian Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, yang datang menjenguk para korban di RSI Nashrul Ummah Lamongan.

Dalam kunjungannya, Bupati Yuhronur yang akrab disapa Pak Yes didampingi Dandim 0812 Lamongan, Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo. Mereka berbincang dengan para pelajar yang dirawat di ruang transit rumah sakit, memberikan dukungan moral, sekaligus memastikan kondisi kesehatan korban berangsur membaik.

“Kita belum bisa memberikan kesimpulan. Tapi sejumlah anak sudah ada yang pulang, sebagian masih menjalani perawatan, dan kondisinya sudah membaik,” ujar Pak Yes.

Menurut data RSI Nashrul Ummah, total ada 13 siswa perempuan yang dirawat dengan gejala keracunan. Dari jumlah itu, empat orang telah diperbolehkan pulang untuk rawat jalan, sementara sembilan lainnya masih dalam observasi. Dua pasien di antaranya direkomendasikan menjalani rawat inap.

Bupati Yuhronur menegaskan bahwa penyebab pasti keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium. Pemeriksaan dilakukan terhadap sampel makanan maupun kondisi pasien.
“Yang penting bagi kita, ini menjadi pelajaran bersama agar pelaksanaan program MBG ke depan bisa lebih baik lagi dan memenuhi segala persyaratan,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh korban dalam kasus ini adalah siswi perempuan, meski berasal dari kelas berbeda. Hal tersebut membuat penyebab kasus masih sulit disimpulkan sebelum hasil laboratorium keluar.

“Apakah karena menu tertentu atau faktor lain, kita belum bisa memastikan. Karena tidak semua siswa terdampak. Jadi masih menunggu pemeriksaan resmi,” lanjutnya.

Saat ditanya mengenai evaluasi dapur penyedia MBG maupun perubahan menu, Pak Yes menyebut pihaknya akan melakukan peninjauan menyeluruh. Namun, keputusan lebih lanjut tetap menunggu hasil pemeriksaan resmi.

“Saya belum bisa menyimpulkan, karena kita masih menunggu hasil lab. Yang jelas, evaluasi akan dilakukan agar ke depan program ini benar-benar aman dan bermanfaat,” kata Yuhronur.

Kepala Humas dan Pemasaran RSI Nashrul Ummah, Irmayanti, membenarkan bahwa siswa yang dirawat mengalami gejala keracunan akibat konsumsi MBG.
“Ini ada kasus keracunan makanan dari MBG di SMA Negeri 2 Lamongan,” ujarnya.

Irmayanti menambahkan, kondisi pasien sejauh ini stabil. “Dari 13 siswa, sembilan masih menjalani observasi dan dua di antaranya membutuhkan perawatan lebih lanjut dengan rawat inap,” jelasnya.

Dengan kejadian ini, Pemkab Lamongan memastikan evaluasi program MBG akan dilakukan agar keamanan makanan lebih terjamin.

“Program ini niatnya baik, tapi harus dieksekusi lebih hati-hati. Jangan sampai tujuan mulia berubah jadi musibah,” pungkas Pak Yes.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Asahan Warning Pejabat Baru: Jangan Main Data dan Anggaran Rakyat
Sidoarjo Jadi Contoh Nasional, Strategi Dongkrak PAD Mulai Ditiru Daerah
Bupati Kendal Bertemu Gubernur DKI Jakarta, Kendal Siap Perkuat Kolaborasi Strategis
Jembatan Baru di Musi Rawas Resmi Dibuka, Akses Warga Kini Tak Lagi Terisolasi
Hotel Bintang 4 Baru Muncul di Mataram, Investor Mulai Serius Lirik NTB
Iqbal Blak-blakan Soal Gaji Guru di NTB, Janji Perbaiki Nasib PPPK Paruh Waktu
Desa di Pasuruan Ini Tinggalkan Buku Tulis, Pelayanan Warga Kini Serba Digital
Duka di Sidoarjo Berbuah Perhatian Negara, Santunan Besar Diserahkan Subandi

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:16 WIB

Bupati Asahan Warning Pejabat Baru: Jangan Main Data dan Anggaran Rakyat

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:10 WIB

Sidoarjo Jadi Contoh Nasional, Strategi Dongkrak PAD Mulai Ditiru Daerah

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:06 WIB

Bupati Kendal Bertemu Gubernur DKI Jakarta, Kendal Siap Perkuat Kolaborasi Strategis

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:02 WIB

Jembatan Baru di Musi Rawas Resmi Dibuka, Akses Warga Kini Tak Lagi Terisolasi

Jumat, 8 Mei 2026 - 20:35 WIB

Hotel Bintang 4 Baru Muncul di Mataram, Investor Mulai Serius Lirik NTB

Berita Terbaru