LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pendidikan menggelar Gebyar PAUD Lamongan 2026 di Alun-alun Lamongan, Senin (22/6). Kegiatan tahunan ini menjadi momentum penguatan sinergi pendidikan anak usia dini dalam mendukung program wajib belajar 13 tahun di daerah tersebut.
Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama jajaran pendidikan serta pemangku kepentingan lainnya. Fokus utama kegiatan adalah peningkatan kualitas layanan PAUD sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia di Lamongan.
Bupati Yuhronur Efendi menegaskan bahwa kekuatan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur dan sumber daya alam, tetapi juga kualitas manusia yang dibangun sejak usia dini. Ia menyebut ada tiga langkah utama dalam penguatan PAUD di Lamongan.
“Pemerintah Kabupaten Lamongan menapaki tiga ikhtiar besar dalam penguatan PAUD. Pertama mensukseskan wajib belajar 1 tahun prasekolah dengan prinsip tidak ada satupun anak di Lamongan ini yang kehilangan hak pendidikan usia dini,” kata Yuhronur Efendi.
Ia melanjutkan, ikhtiar kedua adalah digitalisasi PAUD yang tetap mengedepankan nilai-nilai pengasuhan, di mana teknologi diposisikan sebagai alat bantu pembelajaran. Sementara ikhtiar ketiga adalah penguatan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat untuk membentuk karakter anak yang sehat, disiplin, dan berakhlak mulia.
Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Shodikin, menyampaikan bahwa capaian pendidikan PAUD di daerahnya menunjukkan tren positif. Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD usia 3–6 tahun mencapai 87,73 persen, sementara Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 5–6 tahun sudah menyentuh 99,51 persen.
“Artinya Lamongan sangat siap untuk mendukung wajib belajar 13 tahun, ini fondasinya di PAUD,” ujar Shodikin.
Sementara itu, Widyaprada Ahli Utama Kemendikdasmen, Abdul Kahar, menilai Lamongan telah menunjukkan capaian yang sejalan dengan penguatan pendidikan bermutu berbasis inklusif, revitalisasi, dan digitalisasi. Ia menyebut capaian rata-rata lama sekolah di Lamongan sudah melampaui angka nasional.
“Lamongan dengan APK yang melampaui rata-rata nasional menunjukkan kesiapan dalam pendidikan bermutu. Prioritas selanjutnya adalah wajib belajar 1 tahun pra sekolah,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Yuhronur juga meluncurkan Kurikulum LENTERA (Learning Environment berbasis Tradisi dan Akar Budaya Lamongan). Kurikulum ini dirancang untuk memperkuat karakter anak melalui pendekatan budaya lokal dan nilai-nilai kearifan daerah.
Kurikulum LENTERA menjadi bagian dari visi Lamongan 2025–2030 dalam mencetak generasi yang berkarakter, kreatif, adaptif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan budaya. Program ini diharapkan memperkuat kualitas pendidikan sejak jenjang PAUD sebagai fondasi pembangunan jangka panjang daerah.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar