Bupati Malang Tinjau Sekolah Unggulan dan Rencana Merger SD, Targetkan Rata-rata Nilai 9 Merata tahun 2026

Jumat, 23 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., meninjau fasilitas pembelajaran di SMP Negeri 1 Singosari, Rabu (21/1). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., meninjau fasilitas pembelajaran di SMP Negeri 1 Singosari, Rabu (21/1). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

MALANG, RadarBangsa.co.id — Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi, M.M., melakukan kunjungan kerja ke sejumlah sekolah di wilayah Karangploso dan Singosari, Rabu (21/1) pagi, untuk memastikan pelaksanaan Program Sekolah Unggulan berjalan sesuai tujuan peningkatan mutu pendidikan. Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengevaluasi capaian akademik siswa serta merumuskan kebijakan efisiensi layanan pendidikan, termasuk rencana penggabungan (merger) sekolah dasar dengan jumlah peserta didik terbatas.

Didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan dan jajaran kepala perangkat daerah, Bupati yang akrab disapa Abah Sanusi memulai agenda di SMP Negeri 1 Karangploso. Kehadiran rombongan disambut atraksi semaphore Pramuka dari para siswa. Bupati kemudian meninjau ruang-ruang kelas untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung kondusif.

Di Laboratorium Komputer SMPN 1 Karangploso, Bupati Malang melihat langsung aktivitas siswa dan guru dalam mengembangkan gim edukatif, termasuk gim berbasis Bahasa Jawa. Inovasi tersebut dinilai sejalan dengan penguatan literasi digital sekaligus pelestarian budaya lokal. “Ini contoh baik, teknologi dimanfaatkan untuk pendidikan dan karakter,” ujar Sanusi.

Pada kesempatan itu, Bupati Malang menekankan pentingnya evaluasi capaian akademik. Ia menargetkan peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran inti seperti Matematika, IPA, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. “Untuk evaluasi peningkatan mutu, saat ini memang masih perlu ditingkatkan. Dari ratusan siswa, yang memiliki rata-rata nilai 90 baru sembilan orang,” kata Sanusi. Menurutnya, peran guru menjadi kunci dalam mendorong capaian tersebut secara konsisten.

Rangkaian kunjungan berlanjut ke SD Negeri 3 Toyomarto, Kecamatan Singosari. Di sekolah ini, Bupati Malang menegaskan perhatian Pemkab Malang terhadap satuan pendidikan dengan jumlah siswa minim. SD Negeri 3 Toyomarto saat ini hanya memiliki 46 siswa dari kelas I hingga VI. Pemerintah daerah berencana menggabungkan SD dengan jumlah siswa di bawah 60 orang ke sekolah terdekat.

Sanusi menegaskan, kebijakan merger dilakukan melalui kajian teknis dan sosial yang matang. “Kami mempertimbangkan jarak tempuh siswa, aksesibilitas, serta kesiapan sarana prasarana sekolah penerima. Tujuannya bukan sekadar efisiensi, tetapi peningkatan mutu layanan pendidikan,” tegasnya.

Kunjungan berikutnya dilakukan ke SD Negeri 1 Pagentan, Singosari, yang disambut penampilan ekstrakurikuler Polisi Cilik. Di lokasi ini, Bupati Malang berdialog dengan kepala sekolah, guru, serta siswa untuk menyerap aspirasi dan kendala penyelenggaraan pendidikan di tingkat dasar.

Sanusi menyampaikan bahwa seluruh data hasil kunjungan akan dihimpun sebagai dasar pengembangan kebijakan pendidikan. “Nantinya, hasil ini akan menjadi role model terbaik bagi pengembangan pendidikan di Kabupaten Malang. Fokus kita adalah peningkatan kualitas, ditandai dengan capaian kelulusan bernilai rata-rata 9, yang harus merata dan tercapai 100 persen pada tahun 2026,” ujarnya.

Agenda ditutup dengan peninjauan ke SMP Negeri 1 Singosari sebagai Sekolah Unggulan Kabupaten Malang. Bupati Malang meninjau berbagai fasilitas penunjang seperti Kelas Riset, Kelas Digital, English Corner, perpustakaan, dan galeri karya siswa. Ia juga melihat langsung kegiatan unggulan serta prestasi siswa di tingkat regional dan nasional.

“SMP Negeri 1 Singosari patut menjadi contoh bagi sekolah lain. Inovasi pembelajaran dan prestasi siswa menunjukkan kualitas pendidikan Kabupaten Malang terus bergerak ke arah yang lebih baik,” pungkas Bupati Malang.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba
Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas
Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya
Maulid Nabi di SMP Modhariyah Bangkalan, Siswa Diajak Teladani Rasulullah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:51

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos

Senin, 14 September 2026 - 08:41

Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba

Berita Terbaru