Dari Panggung Budaya ke Panggung Bangsa, Dimas Diajeng 2025 Siap Angkat Wajah Kulonprogo

Minggu, 13 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kulonprogo Agung Setyawan bersama para pemenang Dimas Diajeng 2025 usai prosesi penobatan di Taman Budaya Kulonprogo, Sabtu (12/7/2025) malam. | Foto Dok Ho/RadarBangsa

Bupati Kulonprogo Agung Setyawan bersama para pemenang Dimas Diajeng 2025 usai prosesi penobatan di Taman Budaya Kulonprogo, Sabtu (12/7/2025) malam. | Foto Dok Ho/RadarBangsa

KULONPROGO, RadarBangsa.co.id – Panggung budaya di jantung Kulonprogo kembali menjadi saksi lahirnya generasi muda berprestasi. Sabtu malam, 12 Juli 2025, Pemkab Kulonprogo menggelar malam puncak Pemilihan Dimas Diajeng 2025 di Taman Budaya Kulonprogo. Acara ini bukan sekadar ajang pencarian figur representatif, melainkan ruang pembinaan dan penguatan karakter pemuda-pemudi yang peduli pada budaya, pariwisata, dan potensi daerahnya.

Acara penobatan berlangsung semarak dengan kehadiran sejumlah tokoh penting daerah. Bupati Kulonprogo Agung Setyawan hadir bersama Wakil Bupati, Paniradya Pati Keistimewaan DIY, jajaran Forkopimda, serta kepala dinas pariwisata dari berbagai kabupaten dan kota se-DIY. Ketua DPRD Kulonprogo, Arif Syarifuddin, turut menjadi juri tamu bersama Bupati, yang juga duduk sebagai dewan juri kehormatan.

Dalam sambutannya, Bupati Agung menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh finalis dan panitia yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tahunan ini. Ia menegaskan bahwa ajang Dimas Diajeng bukan sekadar seleksi penampilan fisik, namun sarana strategis untuk membentuk generasi muda yang memiliki integritas dan kepedulian terhadap pembangunan daerah.

“Pemilihan Dimas Diajeng bukan hanya tentang siapa yang paling menawan di atas panggung. Ini adalah proses pengakuan terhadap anak-anak muda yang bersedia mengemban tanggung jawab sosial sebagai duta budaya dan pariwisata. Mereka adalah wajah masa depan Kulonprogo,” ucap Bupati Agung.

Bupati juga menegaskan peran penting Dimas Diajeng dalam promosi pariwisata daerah di era digital saat ini. “Saya berharap para pemenang bisa tampil sebagai figur inspiratif yang membawa semangat Kulonprogo ke luar daerah, bahkan ke kancah nasional. Kita butuh anak-anak muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki semangat juang untuk memajukan daerahnya,” tambahnya.

Ketua DPRD Kulonprogo Arif Syarifuddin yang menjadi juri tamu turut mengapresiasi kualitas peserta tahun ini. Menurutnya, para finalis tak hanya menunjukkan kepercayaan diri, tetapi juga kemampuan komunikasi yang kuat serta pemahaman terhadap isu-isu lokal. “Saya melihat energi yang luar biasa dari para peserta. Mereka tidak hanya tampil percaya diri, tapi juga mampu menyampaikan gagasan dengan baik. Ini penting sebagai duta daerah yang akan berhadapan dengan banyak kalangan,” ujar Arif.

Proses pemilihan Dimas Diajeng 2025 telah berlangsung sejak awal tahun. Pendaftaran dibuka pada Januari hingga Februari, kemudian dilanjutkan dengan proses seleksi dan pembekalan intensif sepanjang April hingga menjelang malam final. Para finalis telah melalui berbagai pelatihan mulai dari public speaking, wawasan kebudayaan, hingga keterampilan sosial.

Salah satu panitia seleksi, Andina Ratri, menjelaskan bahwa tahun ini seleksi berlangsung lebih ketat dengan penilaian yang menekankan aspek kepemimpinan dan kemampuan berpikir kritis. “Kami ingin menemukan sosok yang tidak hanya cantik dan tampan, tapi juga cerdas, tangguh, dan mampu menjadi representasi Kulonprogo yang sesungguhnya. Kami menekankan kemampuan mereka memahami isu-isu lokal dan bagaimana mereka bisa memberi solusi,” jelasnya.

Dalam malam puncak tersebut, Dimas Akbar dan Diajeng Yuna dinobatkan sebagai Dimas Diajeng Kulonprogo 2025. Mereka berhasil mencuri perhatian dewan juri melalui penampilan yang konsisten, wawasan mendalam, dan ketenangan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis. Akbar menyampaikan rasa terima kasihnya kepada para pembimbing dan panitia yang telah membentuk dirinya selama proses karantina.

“Ini bukan kemenangan pribadi, tapi keberhasilan kolektif. Saya ingin membuktikan bahwa anak muda Kulonprogo bisa berdiri sejajar dengan daerah lain dan membawa nilai-nilai lokal ke level yang lebih luas,” ungkap Akbar.

Hal senada disampaikan Diajeng Yuna yang merasa bangga bisa dipercaya membawa nama Kulonprogo. “Saya ingin fokus pada promosi budaya lokal dan pemberdayaan generasi muda, terutama di bidang literasi budaya dan pendidikan wisata yang berkelanjutan,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Kulonprogo, Dian Weningtyas, menegaskan pentingnya regenerasi duta wisata sebagai bagian dari strategi promosi daerah. Ia menilai peran Dimas Diajeng kini semakin strategis karena dituntut tidak hanya piawai dalam protokoler acara, tetapi juga aktif dalam konten digital.

“Kami akan terus mendampingi mereka untuk bisa produktif di media sosial dan ruang-ruang publik lainnya. Dimas Diajeng hari ini bukan hanya duta yang hadir di panggung formal, tapi juga influencer yang membawa narasi positif tentang Kulonprogo,” terang Dian.

Ajang ini bukan hanya menjadi panggung prestise, tapi juga ruang edukasi dan pembentukan karakter bagi generasi muda daerah. Di tengah derasnya arus globalisasi, kehadiran sosok-sosok Dimas Diajeng menjadi penyeimbang antara modernitas dan pelestarian nilai-nilai kearifan lokal.

Pemilihan Dimas Diajeng 2025 tak hanya menghasilkan juara, tetapi juga melahirkan harapan-harapan baru bagi masa depan Kulonprogo yang lebih berbudaya, berdaya, dan bersuara di tengah perubahan zaman.

Penulis : Paiman

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Berita Terbaru