Darurat Sampah Sidoarjo, Subandi Ajak Semua Pihak Turun Tangan

Rabu, 22 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Sidoarjo Subandi saat memimpin rapat evaluasi pengelolaan sampah, Rabu (22/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Sidoarjo Subandi saat memimpin rapat evaluasi pengelolaan sampah, Rabu (22/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Persoalan sampah di Kabupaten Sidoarjo memasuki fase darurat. Produksi sampah harian yang mencapai ratusan ton membuat beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) semakin kritis, sementara pengelolaan di tingkat desa belum berjalan optimal.

Kondisi ini dinilai berdampak langsung pada kualitas layanan publik, kesehatan lingkungan, hingga kenyamanan warga. Pemerintah daerah pun bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menegaskan bahwa persoalan sampah bukan sekadar urusan teknis, melainkan isu serius yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Ia meminta semua pihak, mulai dari pemerintah hingga warga, terlibat aktif dalam penanganannya.

“Ini bukan hanya tanggung jawab satu instansi. Semua harus bergerak bersama karena dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” tegas Subandi, Rabu (22/4/2026).

Evaluasi dilakukan setelah ditemukan sejumlah TPS3R tidak berfungsi maksimal. Padahal, fasilitas tersebut dirancang sebagai solusi utama untuk mengurangi beban TPA melalui pengelolaan berbasis desa.

Subandi menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk melakukan pendampingan intensif. Setiap TPS3R yang bermasalah diminta dipetakan secara detail, mulai dari persoalan manajemen hingga kendala teknis di lapangan.

“Kalau ada yang tidak jalan, harus dikawal. Cari tahu penyebabnya dan segera perbaiki,” ujarnya.

Langkah ini dinilai penting karena kegagalan pengelolaan di tingkat desa akan berdampak berantai, mulai dari penumpukan sampah, potensi pencemaran, hingga risiko kesehatan masyarakat.

Pemkab Sidoarjo juga menyoroti rendahnya kesadaran masyarakat. Praktik pembuangan sampah sembarangan masih sering terjadi, bahkan melibatkan warga dari luar wilayah.

Untuk itu, pemerintah akan menggandeng aparat kepolisian guna menegakkan aturan. Penegakan hukum diharapkan memberi efek jera sekaligus memperkuat disiplin publik.

“Kalau sudah diperingatkan tapi tetap melanggar, tentu akan kami tindak bersama kepolisian,” kata Subandi.

Sementara itu, Plt Kepala DLHK Sidoarjo, Arif Mulyono, mengungkapkan persoalan utama terletak pada lemahnya manajemen pengelolaan. Banyak TPS3R memiliki struktur pengurus, namun tidak aktif menjalankan tugas.

“Pengurus ada, tapi tidak berjalan. Padahal kalau dikelola baik, hasil sampah bisa bernilai ekonomi dan residunya bisa ditangani,” jelasnya.

Ia juga menyoroti fasilitas yang belum dimanfaatkan optimal, seperti tungku pembakaran. DLHK akan memberikan pendampingan teknis agar operasional sesuai standar dan aman bagi lingkungan.

Selain itu, transparansi iuran warga menjadi perhatian. Dengan kisaran Rp15 ribu hingga Rp25 ribu per bulan, dana tersebut harus dikelola secara akuntabel untuk mendukung operasional layanan.

Arif menegaskan, penyalahgunaan dana bisa berujung proses hukum. Masyarakat juga diminta aktif melapor jika layanan tidak berjalan.

“Kalau sudah bayar tapi tidak ada pelayanan, silakan lapor. Kami siap dampingi pembenahan,” tegasnya.

Di akhir, Subandi menegaskan bahwa keberhasilan penanganan sampah bergantung pada sinergi semua pihak. Ia menyebut kondisi ini sebagai “perang melawan sampah” yang harus dimenangkan bersama.

“Kita sedang benar-benar berperang melawan sampah. Dan ini hanya bisa selesai kalau semua bergerak,” pungkasnya.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru