Dekranasda Kota Blitar Matangkan Arah Pembinaan Kerajinan 2026–2030

- Redaksi

Sabtu, 20 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus Dekranasda Kota Blitar menggelar rapat koordinasi di Aula Disperindag untuk menyusun arah pembinaan kerajinan daerah. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pengurus Dekranasda Kota Blitar menggelar rapat koordinasi di Aula Disperindag untuk menyusun arah pembinaan kerajinan daerah. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

KOTA BLITAR, RadarBangsa.co.id – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Blitar mulai mematangkan arah pembinaan sektor kerajinan daerah melalui rapat koordinasi yang digelar di Aula Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Jumat (19/12/2025). Forum ini menjadi langkah awal menyusun strategi berkelanjutan pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal.

Rapat koordinasi tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin akhir tahun, tetapi juga ruang evaluasi sekaligus penyusunan program kerja jangka pendek tahun 2026 dan perencanaan jangka panjang hingga 2030. Fokusnya diarahkan pada penguatan peran Dekranasda sebagai penghubung antara pengrajin dan perangkat daerah.

Ketua Dekranasda Kota Blitar, Kharisa Rizqi Umami, menegaskan bahwa konsolidasi internal penting dilakukan agar program pembinaan tidak berjalan parsial. Menurut dia, masukan dari pengrajin dan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi modal utama menyusun kebijakan yang relevan dengan kebutuhan lapangan.

“Menjelang akhir tahun, kami mengumpulkan pengurus Dekranasda untuk berdiskusi dan menyusun arah program jangka pendek serta jangka panjang. Banyak masukan konstruktif dari pengrajin maupun OPD yang akan kami sinergikan,” ujar Kharisa.

Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Blitar, Parminto, menyampaikan bahwa kepengurusan Dekranasda periode 2025–2030 telah resmi ditetapkan. Rakor ini, kata dia, menjadi momentum penyatuan visi agar program kerja Dekranasda selaras dengan kebijakan pembangunan daerah.

“Ada 28 pengurus yang berasal dari unsur perangkat daerah dan asosiasi. Selain silaturahmi, kami juga menyamakan pemahaman tugas Dekranasda dan melakukan brainstorming agar potensi kerajinan lokal tidak hanya bertumpu pada batik dan kendang,” kata Parminto.

Melalui penguatan koordinasi ini, Pemerintah Kota Blitar berharap Dekranasda mampu mendorong peningkatan daya saing produk kerajinan, memperluas akses pasar, serta membuka peluang ekonomi yang lebih inklusif bagi pengrajin lokal.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pemberdayaan KRTP Terbukti Tekan Kemiskinan, Lamongan Targetkan 11,95 Persen di 2026
Sungai Grindulu Tegalombo Dilirik untuk PLTA, Pemda Harap Dampak Ekonomi
Pasar Banyuwangi Berkonsep Modern, Siap Dongkrak Wisata Kota
Durian Merah Banyuwangi Resmi Berstatus Indikasi Geografis, Pertama di Indonesia
Diskop UKM Perindag Pasuruan Tampung Aspirasi Pedagang Pasar Wisata Cheng Hoo
Smart Farming Dorong Agrowisata Melon Golden Kinanti di Pasuruan
RAT 2026, Koperasi Wanita Kartini Bangkalan Fokus Digitalisasi dan SDM
RKPD 2027 Lamongan Dibahas, Pemkab Ubah Strategi Pengentasan Kemiskinan

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:19 WIB

Pemberdayaan KRTP Terbukti Tekan Kemiskinan, Lamongan Targetkan 11,95 Persen di 2026

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:21 WIB

Sungai Grindulu Tegalombo Dilirik untuk PLTA, Pemda Harap Dampak Ekonomi

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:22 WIB

Pasar Banyuwangi Berkonsep Modern, Siap Dongkrak Wisata Kota

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:12 WIB

Durian Merah Banyuwangi Resmi Berstatus Indikasi Geografis, Pertama di Indonesia

Kamis, 22 Januari 2026 - 08:42 WIB

Diskop UKM Perindag Pasuruan Tampung Aspirasi Pedagang Pasar Wisata Cheng Hoo

Berita Terbaru