LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Kebakaran kandang ayam di Dusun Wedung, Desa Sedayulawas, Kecamatan Brondong, Senin (1/12) dini hari, memicu kepanikan warga sekaligus menimbulkan kerugian besar bagi pengelola peternakan. Api melahap fasilitas milik H. Mizan yang dikelola PT CAS, dan dalam hitungan menit menjalar ke beberapa bangunan lain sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.
Polsek Brondong bersama warga dan unit pemadam kebakaran bergerak cepat ke lokasi setelah menerima laporan sekitar pukul 04.30 WIB. Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, mengatakan bahwa kepadatan instalasi listrik di area peternakan menjadi faktor risiko yang harus diantisipasi. “Peternakan modern banyak menggunakan alat otomatis, sehingga potensi korsleting meningkat bila tidak diawasi secara berkala,” ujarnya.
Menurut keterangan saksi, api pertama kali terlihat di bagian timur kandang yang saat itu kosong. Salah satu anak kandang mendapat laporan dari warga dan langsung memeriksa lokasi, namun kobaran api sudah membesar dan kemudian merembet ke kandang berisi ayam berumur tujuh hari serta dua gudang di sisi utara.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan dugaan kuat bahwa korsleting panel listrik memicu kebakaran. Empat bangunan terdampak, terdiri dari dua kandang dan dua gudang, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp2 miliar.
Hamzaid menegaskan bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Selain membantu pemadaman, kepolisian juga melakukan pengamanan area untuk mencegah risiko susulan. Ia kembali mengingatkan pentingnya pemeriksaan instalasi listrik, terutama pada bangunan berisiko tinggi. “Keselamatan harus menjadi prioritas. Cek rutin instalasi adalah langkah sederhana, tetapi sangat menentukan,” katanya.









