Dipimpin Khofifah, Misi Dagang Jatim–Riau Pecahkan Rekor Transaksi Rp1 Triliun Lebih

Rabu, 8 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PEKANBARU, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mencatatkan capaian signifikan dalam penguatan perdagangan antardaerah. Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur–Riau yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Ballroom Hotel Novotel Pekanbaru, Rabu (8/7/2026), membukukan komitmen transaksi senilai Rp1.066.031.400.000.

Nilai tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan pelaksanaan misi dagang serupa pada 5 Maret 2020 di Pekanbaru yang saat itu menghasilkan komitmen transaksi Rp362,12 miliar melalui 51 transaksi. Kenaikan ini menjadi indikator menguatnya hubungan perdagangan antara Jawa Timur dan Riau, sekaligus menunjukkan semakin besarnya kepercayaan pelaku usaha terhadap skema kerja sama antardaerah.

Khofifah mengatakan, Misi Dagang Jawa Timur–Riau merupakan agenda kelima yang dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sepanjang 2026. Seluruh pelaksanaannya diarahkan untuk mempertemukan kebutuhan pasar dengan potensi produksi masing-masing daerah sehingga tercipta hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.

“Yang selalu kami bangun adalah penguatan kemitraan antarprovinsi. Karena itu kami terus membawa semangat tumbuh bersama, maju bersama, berkembang bersama, dan sejahtera bersama,” kata Khofifah.

Menurutnya, misi dagang tidak hanya menjadi forum transaksi antara penjual dan pembeli, tetapi juga instrumen strategis untuk memperkuat rantai pasok nasional, membuka peluang investasi, memperluas pasar produk unggulan daerah, sekaligus memperpendek jalur distribusi komoditas.

“Misi dagang ini bukan sekadar forum pertemuan antara penjual dan pembeli. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk mempertemukan potensi dan kebutuhan kedua daerah, memperluas jejaring usaha, memperkuat rantai pasok antardaerah, serta membangun kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan,” ujarnya.

Komitmen transaksi sebesar Rp1,066 triliun terdiri atas penjualan produk Jawa Timur senilai Rp704,88 miliar dan pembelian komoditas dari Provinsi Riau sebesar Rp361,15 miliar.

Produk yang dipasarkan Jawa Timur didominasi komoditas pangan, peternakan, perikanan, hingga hasil industri. Di antaranya olahan daging unggas dan sapi, susu, kambing dan domba, DOC, rokok, beras, cabai, bawang merah, bawang putih, pakan ikan, pakan udang, benur, pupuk, bibit sapi Madura, kopi green bean, fillet dori, bahan baku baja, sambal, bumbu dapur, aneka seafood, mesin vacuum frying, sarden kaleng, gula merah, dan teh curah.

Sebaliknya, Jawa Timur memperoleh sejumlah komoditas strategis dari Riau, seperti udang vaname, arang tempurung kelapa, kelapa jambul, pulp, serta sirip teripang kering yang menjadi bahan baku sejumlah industri.

Khofifah menjelaskan, hubungan perdagangan kedua provinsi selama ini bersifat saling melengkapi. Jawa Timur berperan sebagai pemasok berbagai produk pangan dan industri, sedangkan Riau menjadi sumber bahan baku yang dibutuhkan industri manufaktur di Jawa Timur.

“Kebutuhan pulp di Jawa Timur sangat tinggi. Hampir 99 persen kebutuhan pulp Jawa Timur dipasok dari Provinsi Riau. Karena itu secara perdagangan kita memang masih mengalami defisit terhadap Riau. Namun kondisi ini justru menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi kedua provinsi sekaligus besarnya peluang untuk terus memperluas perdagangan dua arah yang semakin seimbang,” jelasnya.

Dalam forum business matching tersebut, sejumlah transaksi bernilai besar berhasil disepakati. Nilai tertinggi dicatat PT Kharim Mandiri Indonesia dari Kota Kediri bersama PT Unggas Riau Perkasa, Kabupaten Kampar, dengan transaksi mencapai Rp202,196 miliar per tahun untuk komoditas olahan daging unggas, olahan daging sapi, susu, DOC, hingga domba.

Transaksi besar berikutnya dilakukan PT Ayo Tani Kabupaten Kediri bersama PT Riau Multi Trade Pekanbaru senilai Rp108,5 miliar per tahun, disusul kerja sama PT Ayo Tani dengan PT Riau Pangan Bertuah senilai Rp101,4 miliar.

Kesepakatan bernilai tinggi lainnya melibatkan Pabrik Rokok Dian Mulyo Kabupaten Trenggalek, PT Suri Tani Pemuka Kabupaten Sidoarjo, CV Satriya Abdi Buana Surabaya, CV Riki Utama Mandiri, CV Sinar Jaya Sae Kabupaten Gresik, hingga CV Jawara Ternak Kabupaten Sumenep.

Menurut Khofifah, transaksi tersebut menunjukkan hubungan ekonomi kedua daerah semakin kuat dan tidak lagi terbatas pada satu jenis komoditas.

“Forum business matching tidak hanya mempertemukan kebutuhan pasar dengan potensi produksi masing-masing daerah, tetapi juga membuka peluang investasi dan kemitraan bisnis jangka panjang yang diharapkan semakin memperkuat rantai pasok nasional,” tegasnya.

Selain memaparkan hasil transaksi, Khofifah juga menyampaikan perkembangan ekonomi Jawa Timur yang dinilai terus menunjukkan tren positif. Pada Triwulan I Tahun 2026, ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,96 persen secara tahunan atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional.

Jawa Timur juga menjadi kontributor terbesar kedua perekonomian Pulau Jawa dengan porsi 25,16 persen dan menyumbang 14,40 persen terhadap perekonomian nasional.

Struktur ekonomi Jawa Timur masih ditopang sektor industri pengolahan sebesar 31,45 persen, perdagangan 18,77 persen, dan pertanian 10,51 persen. Di sektor perdagangan, Jawa Timur mencatat surplus neraca perdagangan Rp210,1 triliun sepanjang 2025 dan kembali mencetak surplus Rp54,25 triliun pada Triwulan I Tahun 2026.

Berdasarkan data Perdagangan Antarwilayah Indonesia Tahun 2024, total nilai perdagangan antardaerah Jawa Timur mencapai Rp333,83 triliun. Khusus dengan Provinsi Riau, nilai perdagangan kedua daerah mencapai Rp9,43 triliun. Namun, neraca perdagangan Jawa Timur masih mengalami defisit sekitar Rp8,91 triliun karena tingginya kebutuhan bahan baku dari Riau.

Khofifah menilai kondisi tersebut justru membuka ruang yang lebih besar bagi peningkatan perdagangan dua arah agar semakin berimbang.

“Kondisi ini menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi Jawa Timur dan Riau sekaligus besarnya ruang untuk memperluas perdagangan dua arah secara lebih beragam dan seimbang. Melalui misi dagang ini, kita ingin memperkuat sinergi perdagangan, membuka peluang investasi, dan membangun kemitraan usaha yang berkelanjutan,” terangnya.

Ia berharap seluruh komitmen transaksi yang telah ditandatangani tidak berhenti sebagai kesepakatan di atas kertas, tetapi segera diwujudkan menjadi kerja sama bisnis yang memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Khofifah juga menekankan bahwa misi dagang bukan hanya berbicara mengenai angka transaksi, melainkan menjadi sarana mempererat hubungan antardaerah melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk pendidikan, pertanian, peternakan, investasi, hingga pariwisata.

“Ini adalah cara kami merajut Indonesia, cara kami menjahit Nusantara, sehingga tidak ada yang tertinggal. Kita ingin maju bersama, tumbuh bersama, berkembang bersama, dan sejahtera bersama,” ujarnya.

Secara kumulatif, sepanjang 2019 hingga 2026 Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan 52 misi dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi mencapai Rp40,21 triliun dari 2.250 transaksi yang melibatkan 2.602 pelaku usaha.

Rangkaian Misi Dagang Jawa Timur–Riau juga diisi penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama antara perangkat daerah, organisasi dunia usaha, serta mitra bisnis kedua provinsi sebagai penguatan kolaborasi jangka panjang.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menilai forum tersebut menjadi momentum penting dalam memperluas hubungan ekonomi kedua daerah.

“Melalui Misi Dagang ini, kami optimistis hubungan ekonomi Jawa Timur dan Riau akan semakin erat, tidak hanya melalui peningkatan nilai transaksi perdagangan, tetapi juga melalui perluasan jenis komoditas, bertambahnya pelaku usaha yang terlibat, terbukanya peluang investasi baru, serta terbangunnya kemitraan usaha yang berkelanjutan demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua provinsi,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Rabu, 16 September 2026 - 18:03

Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke

Berita Terbaru