Disdik Lamongan Izinkan Pembelajaran Daring Usai Sekolah Terendam Banjir

Selasa, 13 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang siswa SD melintasi genangan banjir di lingkungan sekolah akibat luapan Sungai Bengawan Jero di Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Seorang siswa SD melintasi genangan banjir di lingkungan sekolah akibat luapan Sungai Bengawan Jero di Lamongan. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONAN, RadarBangsa.co.id – Luapan Sungai Bengawan Jero kembali memicu banjir di sejumlah wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Dampaknya merambah sektor pendidikan, dengan puluhan gedung sekolah dasar tergenang air dan kegiatan belajar mengajar berada dalam situasi darurat.

Data sementara mencatat sedikitnya 32 Sekolah Dasar (SD) di delapan kecamatan terdampak banjir. Sekolah-sekolah tersebut tersebar di Kecamatan Karangbinangun (5 sekolah), Kalitengah (4), Turi (8), Karanggeneng (2), Modo (1), Laren (1), Deket (5), dan Glagah (5).

Seluruh ruang kelas di sekolah terdampak dilaporkan terendam air dengan ketinggian rata-rata mencapai 20 sentimeter. Genangan juga menutup halaman sekolah dan akses masuk, sehingga berisiko menghambat aktivitas belajar sekaligus mempercepat kerusakan sarana pendidikan.

Salah satu sekolah yang terdampak adalah SDN 2 Pasi, Kecamatan Glagah. Meski banjir telah menggenangi lingkungan sekolah selama empat hari terakhir, pihak sekolah masih berupaya menjalankan pembelajaran dengan penyesuaian terbatas.

Kepala SDN 2 Pasi, Ruhannah, menyebut kondisi banjir sangat memengaruhi mobilitas guru dan siswa serta efektivitas pembelajaran di kelas.

“Kami masih menunggu arahan resmi dari Dinas Pendidikan. Jika ketinggian air terus bertambah dan membahayakan, keselamatan siswa menjadi prioritas utama,” ujar Ruhannah, Selasa (13/1/2026).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Shodikin, menegaskan bahwa banjir menjadi dasar perlunya penyesuaian kebijakan pembelajaran di satuan pendidikan terdampak.

“Keselamatan peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan adalah yang utama. Jika kondisi sekolah belum aman, pembelajaran tatap muka dapat dihentikan sementara,” tegas Shodikin.

Ia menjelaskan, sekolah jenjang PAUD, SD, hingga SMP diperbolehkan menerapkan pembelajaran daring, luring terbatas, atau alternatif lain sesuai kondisi lapangan dan akses siswa, dengan tetap berfokus pada kompetensi esensial.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba
Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas
Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya
Maulid Nabi di SMP Modhariyah Bangkalan, Siswa Diajak Teladani Rasulullah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 19:51

Bukan Sekadar Tempat Baca, Wabup Bangkalan Ingin Perpustakaan Jadi Ruang Belajar Pelajar

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos

Senin, 14 September 2026 - 08:41

Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba

Berita Terbaru