LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Polres Lamongan merespons cepat potensi bencana banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero dengan menyiagakan puluhan personel serta mendirikan Posko Siaga Bencana di Kecamatan Kalitengah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan warga sekaligus meminimalkan dampak sosial dan gangguan aktivitas masyarakat.
Kasihumas Polres Lamongan, IPDA M. Hamzaid, S.Pd, mengatakan peningkatan debit Sungai Bengawan Jero telah menyebabkan genangan di sembilan desa wilayah Kecamatan Kalitengah. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 70 sentimeter dan merendam rumah warga, fasilitas umum, hingga area tambak ikan.
“Banjir tidak menimbulkan korban jiwa, namun berdampak pada aktivitas warga, termasuk akses jalan yang terganggu di beberapa titik,” ujar Hamzaid saat dikonfirmasi, Senin (13/1/2025).
Sebagai langkah antisipasi, Polres Lamongan mendirikan Posko Pelayanan Kemanusiaan Siaga Bencana di depan Kantor Kecamatan Kalitengah. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi penanganan darurat, pemantauan kondisi lapangan, serta pelayanan cepat bagi warga terdampak.
“Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan instansi terkait dan elemen masyarakat,” kata Hamzaid.
Sebanyak satu satuan setingkat pleton atau 35 personel gabungan dari Sat Samapta, Sat Polairud, dan Polsek Kalitengah disiagakan. Mereka dilengkapi dua unit truk angkut, dua mobil patroli, tiga perahu karet, serta berbagai perlengkapan SAR seperti life jacket, ring buoy, dan mesin tempel.
Menurut Hamzaid, kendaraan dinas akan dimanfaatkan untuk membantu mobilitas warga, termasuk antar-jemput anak sekolah jika kondisi memungkinkan. “Jika genangan bertambah, evakuasi akan menggunakan perahu karet yang telah disiagakan,” jelasnya.
Polres Lamongan menegaskan kesiapsiagaan akan terus ditingkatkan seiring perkembangan situasi banjir. “Koordinasi lintas sektor dan pemantauan debit sungai dilakukan berkelanjutan untuk memastikan perlindungan maksimal bagi masyarakat terdampak,”tutupnya.
Lainnya:
- Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








