Dishub Sidoarjo Ambil Alih Parkir, 166 Titik Dikuasai, PAD Dikejar Rp13,5 Miliar

Jumat, 24 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dishub Sidoarjo, Budi Basuki,Kamis (23/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kepala Dishub Sidoarjo, Budi Basuki,Kamis (23/4/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo resmi mengambil alih pengelolaan parkir tepi jalan dan tempat khusus setelah memutus kontrak dengan pihak swasta awal 2026. Kebijakan ini berdampak langsung pada penguatan pendapatan daerah sekaligus penataan layanan parkir yang lebih tertib.

Dinas Perhubungan (Dishub) Sidoarjo kini mengelola 166 titik parkir aktif dari total 208 potensi lokasi. Titik tersebut tersebar di kawasan strategis seperti alun-alun, pasar tradisional, hingga ruas jalan padat aktivitas warga.

Kepala Dishub Sidoarjo, Budi Basuki, menegaskan pengelolaan langsung dilakukan untuk memastikan transparansi dan optimalisasi retribusi. “Kami kelola sendiri agar pendapatan lebih terkontrol dan pelayanan ke masyarakat lebih baik,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Dalam skema baru, Dishub tidak merekrut juru parkir (jukir) baru, melainkan memberdayakan jukir lama. Langkah ini diambil untuk menjaga keberlangsungan pekerjaan sekaligus mencegah potensi pengangguran.

“Kami tidak punya cukup personel untuk menarik retribusi. Karena itu, jukir lama tetap dilibatkan agar sistem tetap berjalan,” jelasnya.

Dishub menerapkan sistem bagi hasil 60:40, di mana 60 persen setoran masuk ke kas daerah, sementara 40 persen menjadi hak jukir. Tidak ada skema gaji tetap dalam sistem ini.

Menurut Budi, kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada PAD, tetapi juga aspek sosial. “Kalau jukir tidak dilibatkan, bisa memicu pengangguran. Dampaknya bisa ke kemiskinan hingga potensi kriminalitas,” tegasnya.

Selain itu, keberadaan jukir juga dinilai penting untuk mengurai kemacetan akibat parkir liar. Penataan parkir yang lebih tertib diharapkan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.

Data Januari hingga Maret 2026 menunjukkan capaian awal cukup signifikan. Dishub telah menyetorkan Rp1,02 miliar ke kas daerah dari sektor retribusi parkir.

Ketua Komisi B DPRD Sidoarjo, Bambang Pujianto, mendorong agar pengelolaan dilakukan secara profesional dan akuntabel. “Target PAD 2026 sebesar Rp13,5 miliar harus diiringi manajemen yang baik dan pengawasan ketat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya perlindungan bagi jukir sebagai mitra lapangan. “Jukir harus difasilitasi, bukan hanya dituntut setoran,” tambahnya.

Pemkab Sidoarjo menargetkan kebijakan ini mampu meningkatkan pendapatan daerah sekaligus menciptakan layanan parkir yang lebih tertib, aman, dan berpihak pada masyarakat.

Penulis : Rino

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru