TRENGGALEK, RadarBangsa.co.id — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Timur melakukan pemetaan lokasi rawan kecelakaan (blackspot), titik gangguan lalu lintas (troublespot), serta daerah rawan bencana di Kabupaten Trenggalek. Langkah ini dilakukan untuk menekan angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan, sekaligus menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Pemetaan lapangan dilakukan langsung oleh tim Ditlantas Polda Jatim yang dipimpin Analis Kebijakan Pertama Subditkamsel, Kompol Danu Anindhito Kuncoro Putro, S.I.K., M.H., Kamis (29/1/2026). Tim meninjau sejumlah ruas jalan yang dinilai memiliki potensi kerawanan tinggi.
“Kami mengecek langsung kondisi di lapangan, termasuk sarana prasarana serta upaya yang sudah dilakukan jajaran Polres Trenggalek, agar potensi kerawanan dapat diminimalkan secara maksimal,” ujar Kompol Danu di sela kegiatan.
Kapolres Trenggalek AKBP Ridwan Maliki, S.H., S.I.K., M.I.K., melalui Kasatlantas AKP Sony Suhartanto, S.H., M.H., yang turut mendampingi kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa terdapat satu ruas jalan yang masuk kategori blackspot, yakni Jalan Raya Gandusari–Kampak tepatnya di Desa Sukorejo, Kecamatan Gandusari.
“Penetapan area blackspot didasarkan pada jumlah kejadian serta tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas yang terjadi di lokasi tersebut,” jelas AKP Sony.
Sementara itu, lokasi yang dikategorikan sebagai troublespot antara lain Simpang Tiga Jarakan di Desa Karangsoko, Kecamatan Trenggalek. Titik ini dinilai rawan karena berada di kawasan pasar tradisional yang ramai aktivitas warga dan bersinggungan langsung dengan arus lalu lintas utama.
Selain itu, Ditlantas Polda Jatim juga memetakan daerah rawan bencana alam di Jalan Raya Trenggalek–Ponorogo kilometer 15–18, tepatnya di Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu. Ruas jalan tersebut berpotensi terdampak banjir dan tanah longsor, terutama di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.
Untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan, Satlantas Polres Trenggalek telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Upaya tersebut meliputi sosialisasi dan edukasi tertib berlalu lintas secara masif, baik secara langsung kepada masyarakat, pemasangan spanduk imbauan, maupun melalui media sosial.
Selain itu, Satlantas mengoptimalkan penggunaan mobil incar, menempatkan personel pada jam-jam sibuk, serta memperkuat koordinasi dengan para pemangku kepentingan, termasuk Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
“Sinergi ini penting agar upaya pencegahan kecelakaan berjalan efektif dan berkelanjutan,” pungkas AKP Sony.
Penulis : Yuan
Editor : Zainul Arifin








