DOMPU, RadarBangsa.co.id – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Dompu menggelar audiensi dengan Kapolres Dompu AKBP Sodikin Fahrojin Nur, Rabu (28/1) pukul 09.00 WITA, untuk memperkuat kerja sama dalam menjaga stabilitas keamanan dan citra daerah. Pertemuan berlangsung di Ruang Kerja Kapolres Dompu, Jalan Bhayangkara No. 1 Bada Dompu, dengan suasana akrab dan konstruktif.
Kapolres Dompu menegaskan bahwa tugas kepolisian tidak dapat berjalan sendiri. “Tanpa kerja sama semua pihak, sangat sulit mewujudkan tujuan bersama. Media memiliki peran strategis dalam membentuk persepsi publik dan menjaga kondusivitas daerah,” ujar AKBP Sodikin. Ia menekankan pentingnya koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk media, untuk menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang.
Ketua SMSI Dompu, Iwan Sakral, menjelaskan bahwa SMSI menaungi media yang berbadan hukum dan terverifikasi Dewan Pers, serta memiliki jaringan nasional yang mampu menyebarluaskan informasi secara cepat dan bertanggung jawab. “Kami mendukung upaya Polres Dompu untuk menjaga ketertiban, terutama dengan pendekatan preventif kepada masyarakat dan remaja,” kata Iwan.
Diskusi kedua belah pihak menyoroti beberapa isu utama, termasuk maraknya kenakalan remaja. AKBP Sodikin menyebut hampir setiap pekan pihaknya menangani kasus anak di bawah umur yang terlibat perkelahian atau membawa senjata tajam pada jam-jam yang tidak pantas. “Ini menjadi perhatian serius, karena Dompu masih berstatus Kabupaten Layak Anak. Peran orang tua, sekolah, dan tokoh masyarakat sangat menentukan keberhasilan pencegahan,” jelasnya.
Selain itu, fenomena pemblokiran jalan yang kerap terjadi juga dibahas. Kapolres menjelaskan bahwa meski blokir jalan kerap dimaksudkan sebagai bentuk penyampaian aspirasi, dampaknya signifikan terhadap ketertiban umum, ekonomi, dan citra Dompu. “Kami mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Penegakan hukum tetap ada, tetapi menjadi langkah terakhir sesuai aturan,” tegas AKBP Sodikin.
SMSI menekankan pentingnya pemberitaan berimbang. Pemberitaan yang menonjolkan konflik tanpa konteks dapat merusak citra Dompu dan mempengaruhi minat investasi. Dalam hal ini, media berperan menyebarkan kegiatan humanis Polri, seperti bakti sosial, operasi pasar, dan program kemasyarakatan lainnya. “Kami bersedia mendukung kegiatan Kepolisian, termasuk memberikan pengarahan kepada remaja di sekolah maupun kegiatan sosial,” tambah Iwan Sakral.
Kapolres Dompu menyambut positif masukan SMSI dan menyatakan kesiapan membuka ruang komunikasi lebih intens dengan media yang legal dan terverifikasi. Audiensi ini diharapkan menjadi awal penguatan sinergi Polres Dompu dan SMSI untuk menciptakan situasi keamanan yang kondusif serta membangun narasi positif bagi kemajuan Kabupaten Dompu.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar