Program Benteng Mitigasi Bencana Dijalankan di Lumajang

Jumat, 30 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Audiensi Pemkab Lumajang bersama Yayasan Megamind Project dan Yayasan IIF terkait program mitigasi bencana di Kantor Bappeda Lumajang, Kamis (29/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Audiensi Pemkab Lumajang bersama Yayasan Megamind Project dan Yayasan IIF terkait program mitigasi bencana di Kantor Bappeda Lumajang, Kamis (29/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

LUMAJANG, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat ketangguhan daerah dalam menghadapi ancaman bencana, khususnya erupsi Gunung Semeru yang hampir setiap tahun berdampak pada wilayah rawan. Upaya penguatan mitigasi tidak hanya difokuskan pada respons darurat saat bencana terjadi, tetapi diarahkan pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan komunitas secara berkelanjutan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Yayasan Megamind Project dan Yayasan Indonesia Indah Foundation (IIF) yang memperkenalkan program Benteng Mitigasi Bencana Indonesia. Audiensi berlangsung di Ruang Kertanegara Kantor Bappeda Kabupaten Lumajang, Kamis (29/1/2026).

Pertemuan dipimpin Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lumajang, Hari Susiati. Ia menegaskan bahwa Lumajang membutuhkan pendekatan mitigasi yang lebih kuat di tingkat masyarakat, mengingat karakter Gunung Semeru yang aktif dan berulang kali memicu bencana erupsi.

“Karena Gunung Semeru hampir setiap tahun mengalami erupsi, maka edukasi dan pemberdayaan masyarakat di wilayah rawan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Keselamatan warga sangat ditentukan oleh kesiapan sejak dini,” ujar Hari Susiati.

Menurutnya, membangun budaya sadar bencana harus dilakukan secara konsisten dan dekat dengan masyarakat. Edukasi kebencanaan tidak cukup hanya melalui sosialisasi formal, tetapi perlu metode yang mudah dipahami, kontekstual, dan menyentuh langsung kehidupan warga di desa-desa terdampak.

Program Benteng Mitigasi Bencana Indonesia dinilai sejalan dengan kebutuhan Lumajang karena mengedepankan pendekatan berbasis komunitas. Founder Megamind Project, Yuri Romero Hurtado, menyampaikan kesiapan pihaknya bersama Yayasan IIF untuk mendukung penguatan kapasitas masyarakat Lumajang dalam menghadapi risiko bencana.

“Pilot project program ini kami laksanakan di Kabupaten Lumajang, khususnya di kawasan rawan Gunung Semeru. Ini merupakan respons nyata terhadap potensi bencana yang terjadi hampir setiap tahun,” kata Yuri.

Salah satu program unggulan yang mendapat perhatian Pemkab Lumajang adalah Museum Keliling Mitigasi Bencana. Program ini akan menyasar desa-desa rawan bencana, terutama di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo. Melalui museum keliling, edukasi kebencanaan disampaikan secara interaktif dengan materi yang relevan dengan pengalaman masyarakat setempat.

Selain edukasi langsung kepada warga, program ini juga menggandeng Universitas Brawijaya untuk melakukan penelitian akademis terkait warisan bencana. Penelitian tersebut diharapkan memperkuat dokumentasi, memperkaya basis pengetahuan kebencanaan, serta menjadi rujukan ilmiah dalam pengembangan kebijakan mitigasi bencana di Lumajang.

Aspek pemberdayaan komunitas juga menjadi fokus utama. Program Capacity Building akan menyiapkan penggerak mitigasi di tingkat desa, dengan melibatkan pemuda Karang Taruna sebagai agen edukasi kebencanaan. Para peserta yang telah mendapatkan pembekalan diharapkan mampu menyebarluaskan pengetahuan dan praktik mitigasi di lingkungannya masing-masing.

Rangkaian kegiatan museum keliling dijadwalkan berlangsung mulai April hingga Juli 2026. Program ini akan diperkuat dengan pendidikan mitigasi bencana di sekolah-sekolah, sebagai upaya membangun kesadaran dan kesiapsiagaan sejak usia dini.

Dalam audiensi tersebut, Hari Susiati meminta perangkat daerah terkait untuk memberikan dukungan dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Menurutnya, keberhasilan mitigasi bencana sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, akademisi, komunitas, dan generasi muda.

“Program ini menekankan kolaborasi lintas sektor agar mitigasi bencana berjalan efektif dan berkelanjutan. Dengan kerja bersama, masyarakat Lumajang diharapkan lebih siap, tanggap, dan berdaya menghadapi ancaman bencana,” jelasnya.

Mewakili Pemkab Lumajang, Hari Susiati menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Megamind Project dan Yayasan IIF atas kepedulian terhadap warga Lumajang di kawasan rawan bencana. “Semoga program ini membantu mengurangi dampak bencana secara berkelanjutan di Kabupaten Lumajang,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Rabu, 16 September 2026 - 20:05

Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit

Rabu, 16 September 2026 - 19:58

Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Berita Terbaru