DKPP Ngawi Sertifikasi 20 Fasilitator P4S

Kamis, 4 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta sertifikasi fasilitator mengikuti asesmen kompetensi di DKPP Ngawi. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Peserta sertifikasi fasilitator mengikuti asesmen kompetensi di DKPP Ngawi. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

NGAWI, RadarBangsa.co.id – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian di tingkat desa kembali ditegaskan Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui pelaksanaan asesmen sertifikasi profesi bagi para fasilitator pelatihan pertanian. Program yang digelar DKPP Ngawi ini diikuti 20 fasilitator dari 15 Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), seluruhnya menjalani Skema Sertifikasi Fasilitator Budidaya Tanaman yang difasilitasi penuh oleh pemerintah daerah.

Kegiatan yang berlangsung di ruang pelatihan DKPP Ngawi itu menjadi langkah strategis untuk memastikan proses transfer ilmu kepada petani dilakukan oleh tenaga yang memiliki standar kompetensi nasional. Sertifikasi ini menandai perubahan pendekatan pembinaan, dari sekadar pelatihan teknis menjadi penguatan kualitas instruktur yang menjadi jembatan inovasi pertanian di tingkat lapangan.

Kepala Bidang Penyuluhan DKPP Ngawi, Franky P. A.F.W., S.P., M.Eng, menilai program ini merupakan penguatan ekosistem pertanian dari hulu. “Selama ini, fasilitator berperan penting, tetapi kompetensinya belum terstandar. Sertifikasi memberi pengakuan formal bahwa mereka layak menjadi rujukan petani. Ini penting agar pelatihan di desa berjalan dengan metode yang benar dan terukur,” ujarnya.

Proses asesmen dilakukan melalui evaluasi portofolio dan simulasi pelatihan. Peserta diuji pada kemampuan menyusun kurikulum singkat, menguasai teknik budidaya, mengelola dinamika peserta, hingga merumuskan rekomendasi pascapelatihan. Dua asesor dari LSP Pertanian Nasional, Ir. Harianto dan Bagus Krisna Heru Widodo, menilai performa peserta secara rinci.

“Kompetensi fasilitator bukan hanya soal menguasai teknik budidaya, tetapi juga bagaimana mereka memandu proses belajar petani. Kemampuan menjelaskan konsep rumit menjadi praktik sederhana adalah kunci pelatihan yang efektif,” kata Bagus Krisna usai asesmen.

Suryadi, salah satu peserta dari P4S Tani Makmur, menyebut sertifikasi ini menantang karena menuntut profesionalisme lebih tinggi. “Kami biasanya mengajar langsung di lahan. Di sini kami diminta menjelaskan alasan di balik setiap teknik. Ini membuat kami naik kelas, bukan hanya sebagai pengajar, tetapi sebagai penyuluh yang memahami dasar ilmiahnya,” ungkapnya.

Manajer LSP Pertanian Nasional, Arif Rinaudin, S.TP., melihat langkah DKPP Ngawi sebagai investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan daerah. Ia menyebut kompetensi fasilitator akan memengaruhi kualitas pelatihan hingga tingkat petani. “Jika fasilitator kuat, petani kuat. Ketepatan transfer inovasi akan berdampak pada peningkatan produktivitas,” tegasnya.

DKPP Ngawi berharap sertifikasi ini menjadi dorongan bagi lebih banyak P4S untuk meningkatkan kualitas pengajar. Dengan bertambahnya fasilitator bersertifikat, pembinaan petani diharapkan semakin efektif, menciptakan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan yang lebih merata.

Penulis : En

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:58

PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:52

2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 13:00

Di Hadapan 109 Mahasiswa Unhan, Khofifah Paparkan Potensi Pangan Jatim Menuju Kedaulatan Nasional

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Berita Terbaru