DPD RI Lia Istifhama Soroti Data Dapodik–DTSEN Tak Sinkron, Ribuan Siswa Terancam Gagal Terima Bantuan

Sabtu, 25 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menyampaikan sorotan soal sinkronisasi data bantuan pendidikan, Sabtu (25/04/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menyampaikan sorotan soal sinkronisasi data bantuan pendidikan, Sabtu (25/04/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Ketidaksinkronan data pendidikan dan sosial ekonomi menjadi ancaman serius bagi penyaluran bantuan pendidikan nasional. Anggota DPD RI, Lia Istifhama, mengungkap masih banyak siswa terancam gagal menerima bantuan seperti KIP dan PIP akibat perbedaan data antar sistem pemerintah.

Masalah ini mencuat seiring penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sejak Januari 2026 sebagai basis utama bantuan sosial. Sistem ini menggantikan DTKS dan terintegrasi dengan berbagai program, mulai dari Program Indonesia Pintar hingga bantuan kesehatan.

Namun di lapangan, integrasi tersebut belum berjalan optimal. Lia menyebut banyak laporan masyarakat yang mengeluhkan data mereka tidak sinkron antara Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan DTSEN, sehingga pengajuan bantuan tertahan.

“Masalah utama yang kami temukan adalah data tidak sinkron. Masyarakat sudah mengajukan, tapi belum juga menerima bantuan,” ujar Lia, Sabtu (25/04/2026).

Ketidaksesuaian ini berdampak langsung pada akses pendidikan. Siswa dari keluarga kurang mampu berisiko kehilangan bantuan biaya sekolah, bahkan terancam putus pendidikan jika masalah tidak segera diselesaikan.

Lia menjelaskan, indikator desil dalam DTSEN menjadi penentu utama penerima bantuan seperti PKH, BPNT, hingga PBI-JK. Namun, data desil yang tidak sesuai kondisi riil masyarakat membuat banyak penerima seharusnya justru terlewat.

Sejumlah kendala teknis juga memperparah situasi. Di antaranya perbedaan data antar sistem, NIK yang tidak padan dengan data Dukcapil, hingga status siswa yang tidak sesuai di Dapodik.

Selain itu, lonjakan akses server saat sinkronisasi massal oleh operator sekolah menyebabkan sistem kerap mengalami gangguan. Masih ditemukannya data invalid di Dapodik turut menghambat proses pengiriman data ke pusat.

Untuk mengatasi hal ini, Lia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak. Sekolah, orang tua, dan pemerintah daerah diminta aktif memperbarui data agar sesuai kondisi sebenarnya.

“Jangan sampai siswa dan guru dirugikan hanya karena persoalan administrasi. Ini bisa diselesaikan dengan koordinasi yang baik,” tegasnya.

Ia juga menyarankan sinkronisasi dilakukan di luar jam sibuk guna menghindari gangguan server, serta memastikan validitas data sebelum dikirim ke sistem pusat.

Di sisi lain, koordinasi dengan pendamping PKH dan operator DTSEN di tingkat desa hingga kecamatan dinilai krusial untuk mempercepat pembaruan data sosial ekonomi masyarakat.

Kebijakan “zero tolerance” pada 2026 yang mensyaratkan kecocokan penuh antar data membuat persoalan ini semakin mendesak. Tanpa perbaikan cepat, ribuan siswa berpotensi kehilangan haknya atas bantuan pendidikan.

Lia mendorong pemerintah pusat segera memperkuat integrasi sistem data nasional. “Ke depan, kita butuh satu data yang benar-benar terintegrasi agar kebijakan tepat sasaran,” pungkasnya.

Keluhan masyarakat menunjukkan persoalan ini belum sepenuhnya tuntas. Warga masih menghadapi proses administrasi berbelit serta keterbatasan akses dalam memperbarui data, terutama terkait KIP dan status ekonomi.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos
Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba
Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas
Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya
Maulid Nabi di SMP Modhariyah Bangkalan, Siswa Diajak Teladani Rasulullah
Extranas ke-8 Digelar di Lamongan, Libatkan 137 Madrasah dari 19 Provinsi
Pusat Riset Pesantren Jatim Diluncurkan, Khofifah Dorong Santri Melek Zaman

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Selasa, 15 September 2026 - 15:22

Kapolsek Laren Ingatkan Pelajar MA Muhammadiyah 03 Jauhi Bullying dan Bijak Bermedsos

Senin, 14 September 2026 - 08:41

Tiga Pesan Kapolsek Tikung untuk Pelajar SMK Islam Lamongan, Jaga Pergaulan, Tertib di Jalan, Jauhi Narkoba

Sabtu, 12 September 2026 - 18:27

Wamenaker Ajak Generasi Muda Jadikan AI Pengganda Produktivitas

Sabtu, 12 September 2026 - 17:46

Khofifah Resmi Kukuhkan 200 Mahasiswa Baru AMN Surabaya

Berita Terbaru