NGAWI, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) terus memperkuat tata kelola data industri. Salah satu langkah konkret dilakukan lewat workshop khusus pelaporan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) bagi pelaku Industri Hasil Tembakau (IHT) skala kecil dan menengah di Kabupaten Ngawi, Senin (8/12/2025).
Kegiatan yang digelar di Nata Hotel Ngawi ini diikuti perwakilan 20 perusahaan rokok dan industri tembakau setempat. Workshop difokuskan pada peningkatan kepatuhan pelaku usaha dalam menyampaikan laporan data industri secara berkala melalui SIINas, yang menjadi basis penting dalam perumusan kebijakan nasional.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi, Kusumawati Nilam Sulandrianingrum, yang mewakili Disperindag Provinsi Jawa Timur, menegaskan bahwa pelaporan SIINas bukan sekadar kewajiban administratif. “Data produksi, kapasitas, hingga realisasi penjualan sangat menentukan arah kebijakan pemerintah. Tanpa data yang akurat, upaya perlindungan dan pengembangan industri akan sulit tepat sasaran,” ujarnya.
Dalam workshop tersebut, peserta mendapat penjelasan rinci terkait kewajiban pelaporan triwulanan yang harus disampaikan maksimal 10 hari setelah periode berakhir. Data yang dilaporkan meliputi kapasitas produksi, penggunaan bahan baku, penyerapan tenaga kerja, hingga pengelolaan limbah industri.
Tidak hanya bersifat teoritis, kegiatan ini juga dilengkapi sesi praktik langsung pengisian sistem SIINas. Sejumlah perwakilan perusahaan seperti PR Krido Tani, PR Among Tani, PR Sugiyati (Nalami), PT Dewi Murni Abadi, dan PT Dadi Mulyo Sejati menilai pendampingan teknis ini membantu menjawab kendala yang kerap muncul di lapangan.
Disperindag Jatim memastikan pendampingan lanjutan akan diberikan bagi pelaku IHT yang masih mengalami kesulitan teknis. Upaya ini diharapkan mendorong pelaporan yang akurat dan tepat waktu, sekaligus memperkuat posisi industri tembakau sebagai sektor strategis penopang ekonomi daerah dan nasional.
Penulis : En








