Dua Pelaku Curas WNA di Jalur Pantai Pink Dibekuk

Minggu, 7 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Puma Polda NTB memperlihatkan dua pelaku curas dan barang bukti kepada media. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Tim Puma Polda NTB memperlihatkan dua pelaku curas dan barang bukti kepada media. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Upaya menjaga rasa aman wisatawan kembali diuji setelah seorang warga negara asing asal Hungaria menjadi korban pencurian dengan kekerasan di jalur menuju Pantai Pink, salah satu destinasi wisata populer di Lombok Timur. Setelah empat hari penyisiran, Tim Puma Ditreskrimum Polda NTB akhirnya membekuk dua pelaku yang diduga kuat terlibat dalam aksi tersebut.

Kedua terduga pelaku berinisial S alias P (23) dan WPY (16), warga Kecamatan Pujut, Lombok Tengah. Mereka ditangkap pada Kamis, 4 Desember 2025 di wilayah Lombok Tengah setelah polisi berhasil menelusuri jejak kendaraan dan komunikasi mereka.

Direktur Reskrimum Polda NTB, Kombes Pol Syarif Hidayat, mengungkapkan bahwa kasus ini mendapat perhatian khusus karena terjadi di jalur menuju objek wisata internasional. “Kami tidak ingin aksi seperti ini mencoreng keamanan pariwisata Lombok. Setiap laporan wisatawan menjadi prioritas,” ujarnya dalam konferensi pers di Mataram.

Peristiwa itu terjadi pada 29 November 2025 ketika korban sedang menuju Pantai Pink dengan sepeda motor sewaan. Saat melalui jalur yang lengang, dua pelaku memepetnya menggunakan Yamaha Aerox dan mengancam dengan sebilah badik. Korban menyerahkan kendaraan serta tas berisi ATM, ponsel, dan uang tunai Rp1,4 juta.

Setelah melaporkan kejadian ke Polsek Jerowaru, tim gabungan bergerak menelusuri titik kejadian hingga menemukan identitas kedua pelaku. “Kami mengamankan para tersangka beserta barang bukti berupa motor, tas, HP, ATM, dan senjata tajam yang digunakan saat aksi,” kata Syarif.

Saat proses penangkapan, S alias P yang merupakan residivis mencoba kabur sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur. Sementara itu, WPY yang masih di bawah umur dititipkan di Panti Paramita sesuai ketentuan perlindungan anak, namun proses pidananya tetap berjalan.

Kedua pelaku dijerat Pasal 365 Ayat (1) dan (2) KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. Polda NTB menegaskan akan meningkatkan patroli pengamanan di area wisata untuk mencegah kasus serupa. “Kami ingin memastikan wisatawan merasa aman selama berada di Lombok,” tegas Syarif.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan
Berawal dari Masalah Kaos Kaki Siswa, Kepala MI di Lamongan Diduga Dipukul

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru