Dugaan Kekerasan Seksual di Lamongan Terungkap, Guru Jadi Pihak Pertama yang Curiga

Senin, 13 Oktober 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Unit PPA Satreskrim Polres Lamongan memintai keterangan dari terduga pelaku dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Petugas Unit PPA Satreskrim Polres Lamongan memintai keterangan dari terduga pelaku dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Sebuah kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur terjadi di Kabupaten Lamongan. Polisi telah mengamankan seorang pria berinisial R (65), warga Kecamatan Sambeng, yang diduga terlibat dalam tindak asusila terhadap seorang remaja berusia 14 tahun.

Kasus ini terungkap setelah pihak sekolah tempat korban bersekolah melaporkan adanya perubahan fisik pada siswi tersebut yang memunculkan kecurigaan. Guru korban kemudian berinisiatif membawa siswi itu untuk menjalani pemeriksaan kesehatan. Dari hasil pemeriksaan medis, diketahui adanya tanda-tanda kehamilan yang telah memasuki usia sekitar tujuh bulan.

Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda M. Hamzaid, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan seorang terduga pelaku dalam kasus ini.
“Benar, tersangka sudah diamankan dan saat ini sedang menjalani proses penyidikan di Mapolres Lamongan,” ujar Hamzaid, Minggu (12/10/2025).

Menurut keterangan polisi, penangkapan dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi dan mengumpulkan barang bukti yang menguatkan dugaan keterlibatan pelaku. Dalam pemeriksaan awal, terduga pelaku disebut telah mengakui perbuatannya.

“Untuk sementara, pelaku sudah kami tahan guna penyelidikan lebih lanjut. Kami juga masih menunggu hasil pengembangan penyidikan,” tambah Hamzaid.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, peristiwa itu diduga terjadi pada Maret 2025. Pelaku sempat memanfaatkan kedekatannya dengan korban untuk melakukan pendekatan sebelum terjadinya peristiwa tersebut. Setelah kejadian, korban tidak berani melapor karena takut dan diancam oleh pelaku.

Kasus ini mulai terungkap berkat kepekaan guru korban yang memperhatikan perubahan fisik siswinya. Kepedulian pihak sekolah menjadi langkah awal yang membantu penegak hukum mengungkap dugaan kekerasan terhadap anak ini.

Polisi mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kekerasan terhadap anak di lingkungan sekitar. Orang tua, guru, dan warga diminta untuk tidak mengabaikan perubahan perilaku anak, terutama bila terlihat tidak wajar.

“Kasus ini bisa menjadi pembelajaran penting bagi kita semua. Pengawasan lingkungan dan komunikasi dengan anak harus terus ditingkatkan agar hal serupa tidak terulang,” tutup Ipda Hamzaid.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:39

Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru