MOJOKERTO, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung ke lapangan untuk menyampaikan belasungkawa atas musibah tanah longsor yang terjadi di Jalur Pacet–Cangar, Mojokerto, Sabtu (5/4). Bencana alam tersebut merenggut sepuluh nyawa warga.
Sebagai bentuk empati, Khofifah menyambangi rumah duka para korban. Salah satunya berada di Dusun Urung-Urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Di sana, Gubernur bertemu keluarga korban yang menumpang mobil pick up saat kejadian.
Ketiga korban tersebut adalah Ahmad Fiki Muzakki (30), Fitria Handayani (30), dan putri mereka yang masih balita, Mikhaila Faiha Nina Sezen (3). Khofifah didampingi langsung oleh Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra.
“Ini duka kita bersama. Semoga keluarga diberi ketabahan, dan para korban husnul khotimah,” ucap Khofifah di hadapan keluarga korban.
Selain takziah, Pemprov Jatim juga memberikan santunan kepada keluarga korban. Total santunan yang disalurkan mencapai Rp 100 juta, dengan rincian Rp 10 juta per korban jiwa.
Khofifah menegaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemkab Mojokerto untuk langkah-langkah penanganan pascabencana. Termasuk upaya perbaikan jalan di titik longsor.
“Untuk sementara, jalur tersebut masih kami tutup hingga batas waktu yang akan diumumkan kemudian. Setelah asesmen selesai pada 7 April, baru kami putuskan langkah lanjutan,” katanya.
Opsi perbaikan jalan masih dikaji. Mulai dari pembangunan plengsengan di sisi jalan hingga pelebaran aliran sungai agar arus air tidak tertahan dan berpotensi menyebabkan longsor kembali.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra menyatakan kesiapan Pemkab dalam mendukung seluruh langkah penanganan dari Pemprov.
“Kami siap mendukung penuh arahan dari Ibu Gubernur. Yang terpenting saat ini adalah keselamatan warga, serta memastikan jalur Pacet–Cangar nantinya benar-benar aman sebelum dibuka kembali,” ujarnya.
Ia juga mengimbau warga sekitar kawasan rawan longsor agar tetap waspada dan segera melapor bila melihat tanda-tanda pergerakan tanah.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








