SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur mendukung penuh penyelenggaraan Educampus Expo 2026 yang akan digelar pada 1–10 Mei 2026 di Jatim Expo, Surabaya. Agenda ini menjadi langkah konkret memperluas akses pendidikan tinggi bagi siswa SMA/SMK sederajat di Jawa Timur.
Kegiatan ini dinilai strategis karena hadir di momentum pasca pengumuman SNBP, saat ribuan siswa mulai mencari alternatif kampus dan jalur pendidikan lanjutan.
Educampus Expo 2026 dirancang sebagai ruang interaksi langsung antara siswa, perguruan tinggi negeri maupun swasta, serta pemangku kepentingan di sektor pendidikan. Melalui forum ini, siswa diharapkan memperoleh informasi komprehensif terkait pilihan studi, beasiswa, hingga prospek karier.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa expo ini penting untuk membantu siswa menentukan arah masa depan akademik secara lebih terarah. Terlebih, pilihan perguruan tinggi kini semakin beragam, termasuk kampus swasta yang terus berkembang.
Menurutnya, akses informasi yang merata menjadi kunci agar tidak ada siswa yang tertinggal dalam menentukan jenjang pendidikan berikutnya. Apalagi setelah seleksi nasional berbasis prestasi berakhir, kebutuhan informasi menjadi semakin tinggi.
“Educampus Expo memberikan manfaat besar bagi siswa SMA sederajat. Mereka bisa berinteraksi langsung dengan perguruan tinggi dan mendapatkan gambaran nyata tentang pilihan studi lanjutan,” ujar Aries, Kamis (2/4/2026).
Senator DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, juga menilai kegiatan ini sebagai bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif.
“Ini bukti bahwa Jawa Timur serius membangun akses pendidikan. Tidak hanya kampus negeri, tetapi juga memberikan perhatian pada kampus swasta agar lebih berkeadilan,” tegasnya.
Lia menambahkan, dukungan terhadap perguruan tinggi swasta menjadi langkah strategis untuk menciptakan pemerataan akses pendidikan. Program beasiswa dan kebijakan inklusif dinilai mampu membantu siswa dari keluarga kurang mampu tetap melanjutkan pendidikan.
Selain itu, Educampus Expo juga berpotensi menjadi alternatif kegiatan positif bagi pelajar di tengah isu pembatasan penggunaan gadget. Event ini mendorong siswa aktif dalam aktivitas edukatif dan kreatif secara langsung.
Dengan konsep interaktif, siswa tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga ruang untuk mengembangkan potensi diri melalui berbagai kegiatan eksploratif.
Lia menegaskan, penguatan peran kampus swasta bukan berarti mengesampingkan perguruan tinggi negeri, melainkan menghadirkan keadilan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat. “Yang terpenting adalah semua anak punya kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan tinggi,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar