Eks Kadisdik Jawa Timur Jadi Tersangka Baru Korupsi Hibah SMK

Jumat, 12 September 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Eks Kepala Dinas Pendidikan Jatim berinisial SR resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi hibah SMK tahun anggaran 2017. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Eks Kepala Dinas Pendidikan Jatim berinisial SR resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi hibah SMK tahun anggaran 2017. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur kembali menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan belanja hibah barang/jasa kepada SMK swasta serta belanja modal sarana dan prasarana SMK negeri pada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur tahun anggaran 2017.

Penetapan tersangka diumumkan pada Kamis (11/9/2025) dengan inisial SR, mantan Kepala Dinas Pendidikan Jatim pada tahun yang sama. Dugaan keterlibatan SR menambah panjang daftar tersangka dalam perkara yang diperkirakan merugikan keuangan negara hingga Rp179,97 miliar.

Sebelumnya, pada 26 Agustus 2025, penyidik telah menetapkan dua tersangka lain, masing-masing H, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), dan JT, pengendali penyedia atau beneficial owner.

SR diduga melanggar Pasal 2 ayat (1) dan/atau Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP**.

Meski telah resmi berstatus tersangka, penyidik tidak melakukan penahanan terhadap SR. Alasannya, yang bersangkutan saat ini masih menjalani hukuman penjara dalam kasus berbeda, yakni korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Dinas Pendidikan Jatim tahun anggaran 2018 yang merugikan negara hingga Rp8,2 miliar.

Kejaksaan Tinggi Jawa Timur menegaskan proses hukum akan terus dikembangkan untuk mengungkap keterlibatan pihak lain. “Penegakan hukum kami lakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Fokusnya tidak hanya menjerat pelaku, tetapi juga memaksimalkan upaya pemulihan kerugian negara,” demikian keterangan resmi pihak kejaksaan.

Kasus ini menambah catatan kelam praktik korupsi di sektor pendidikan yang seharusnya menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia. Publik pun menaruh perhatian besar agar penyidikan berjalan tuntas tanpa tebang pilih.

Seorang pejabat di lingkungan Kejati Jatim menyebut, masih ada peluang penambahan tersangka baru.
“Setiap fakta hukum yang muncul akan kami dalami. Tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang turut bertanggung jawab,” ungkapnya

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Sumber Berita: kejati-jatim

Berita Terkait

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras
Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap
Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui
Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora
Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan
Polres Lamongan Ungkap Peredaran Sabu di Tikung, Dua Tersangka Diamankan
Pengoplosan LPG Subsidi di Pasuruan Terbongkar, 8 Orang Jadi Tersangka
Pengeroyokan Remaja di Lamongan, 5 Terduga Pelaku Diamankan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:13

Sterilisasi Stadion Surajaya, Polres Lamongan Temukan 14 Orang Konsumsi Miras

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:03

Beras SPHP Dibeli Rp1.750, Dijual Rp12.200 per Kg, 4 Tersangka Ditangkap

Kamis, 29 Oktober 2026 - 11:44

Polisi Ungkap Pencurian Dana BNI Rp42,05 Juta di Ukui

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:27

Truk Hilang di Paciran, Terduga Pelaku Diamankan Polisi di Blora

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:28

Cekcok Soal Cincin Tunangan Berujung Penusukan di Lamongan

Berita Terbaru