Ekspor Banyuwangi Tembus Rp3,9 Triliun, Produk Perikanan Jadi Andalan Global

- Redaksi

Minggu, 18 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat melepas ekspor ikan kalengan PT Pacific Harvest pada April 2025 lalu. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat melepas ekspor ikan kalengan PT Pacific Harvest pada April 2025 lalu. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANYUWANGI, RadarBangsa.co.id – Kinerja ekspor Kabupaten Banyuwangi sepanjang 2025 mencatatkan pertumbuhan signifikan. Nilai ekspor daerah ini menembus 232 juta dolar AS atau setara Rp3,9 triliun, meningkat tajam dibandingkan capaian tahun sebelumnya.

Berdasarkan data pemerintah daerah, nilai ekspor Banyuwangi pada 2024 tercatat sebesar 196 juta dolar AS atau sekitar Rp3,3 triliun. Dengan capaian terbaru tersebut, terjadi kenaikan sebesar 18,33 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini menunjukkan daya saing produk lokal Banyuwangi yang semakin kuat di pasar internasional.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa produk unggulan daerah kini telah diterima di berbagai negara. Menurutnya, jaringan pasar ekspor Banyuwangi terus meluas dari tahun ke tahun.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, total ada sekitar 80 negara tujuan ekspor dari Banyuwangi. Pasarnya tersebar di Asia, Afrika, Eropa, Amerika, hingga Australia,” ujar Ipuk Fiestiandani, Bupati Banyuwangi, dalam keterangannya, Minggu (17/1/2026).

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menjelaskan bahwa sepanjang 2025 terdapat 27 komoditas unggulan yang diekspor. Produk tersebut meliputi ikan hias, batu apung, koral, ikan kaleng, olahan rempah, produk pertanian, kerajinan, hingga buah segar.

Namun, dari sisi nilai, sektor perikanan masih mendominasi, khususnya ikan kaleng. Salah satu eksportir utama adalah PT Pacific Harvest yang beroperasi di Kecamatan Muncar.

“Pengiriman dilakukan berbasis kontrak dengan negara tujuan. Sekali pengiriman bisa puluhan ton, bahkan dalam kondisi tertentu mencapai 40 kontainer per hari,” jelas Nanin.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendorong peningkatan volume dan nilai ekspor melalui penguatan ekosistem industri, perluasan akses pasar, serta peningkatan kualitas produk.

“Upaya ini sekaligus membuka peluang investasi baru, baik bagi perusahaan besar maupun menengah, seiring ketersediaan bahan baku, infrastruktur pendukung, dan iklim usaha yang semakin kondusif,” pungkas Nanin.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pasar Banyuwangi Berkonsep Modern, Siap Dongkrak Wisata Kota
Durian Merah Banyuwangi Resmi Berstatus Indikasi Geografis, Pertama di Indonesia
HGN 2026 di Lumajang, 46 Ahli Gizi Turun ke Sekolah Perkuat Literasi Gizi Pelajar
Sungai Meluap, Permukiman Warga di Probolinggo Terdampak Banjir Bandang
Diskop UKM Perindag Pasuruan Tampung Aspirasi Pedagang Pasar Wisata Cheng Hoo
Smart Farming Dorong Agrowisata Melon Golden Kinanti di Pasuruan
RAT 2026, Koperasi Wanita Kartini Bangkalan Fokus Digitalisasi dan SDM
Bupati Bangkalan Ajak ASN Implementasikan Hikmah Isra Mi’raj

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:22 WIB

Pasar Banyuwangi Berkonsep Modern, Siap Dongkrak Wisata Kota

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:12 WIB

Durian Merah Banyuwangi Resmi Berstatus Indikasi Geografis, Pertama di Indonesia

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:02 WIB

HGN 2026 di Lumajang, 46 Ahli Gizi Turun ke Sekolah Perkuat Literasi Gizi Pelajar

Kamis, 22 Januari 2026 - 08:52 WIB

Sungai Meluap, Permukiman Warga di Probolinggo Terdampak Banjir Bandang

Kamis, 22 Januari 2026 - 08:42 WIB

Diskop UKM Perindag Pasuruan Tampung Aspirasi Pedagang Pasar Wisata Cheng Hoo

Berita Terbaru

Peninjauan pembangunan Pasar Banyuwangi dan Asrama Inggrisan yang telah mencapai 90 persen, Rabu (21/1/2026). (Foto Dok Ho/Nul- RadarBangsa.co.id)

Ekonomi

Pasar Banyuwangi Berkonsep Modern, Siap Dongkrak Wisata Kota

Kamis, 22 Jan 2026 - 09:22 WIB