Khofifah Perkuat Kerja Sama Jatim–Tiongkok: Beasiswa, Industri, hingga Ekspor Walet

- Redaksi

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat pertemuan resmi dengan Konsul Jenderal RRT Ye Su di Kediaman Konjen RRT Surabaya, Sabtu (3/1). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat pertemuan resmi dengan Konsul Jenderal RRT Ye Su di Kediaman Konjen RRT Surabaya, Sabtu (3/1). Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperkuat kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melalui pertemuan resmi dengan Konsul Jenderal RRT Ye Su di Kediaman Konsulat Jenderal RRT Surabaya, Sabtu (3/1). Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua pihak untuk memperluas kolaborasi yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Fokus utama pembahasan diarahkan pada pengembangan SDM melalui pendidikan dan pelatihan. Salah satu agenda yang mengemuka adalah peluang beasiswa bagi pelajar Jawa Timur untuk melanjutkan studi di Tiongkok, serta penguatan program pelatihan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Program ini dinilai penting untuk meningkatkan kompetensi pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri global.

“Penguatan SDM adalah kunci daya saing Jawa Timur ke depan. Melalui kerja sama pendidikan dan pelatihan, kami berharap lahir tenaga kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan industri,” ujar Khofifah.

Di sektor ekonomi, kerja sama manufaktur menjadi pembahasan strategis. Jawa Timur dipandang memiliki posisi penting sebagai salah satu pusat industri nasional dengan infrastruktur dan ekosistem usaha yang terus berkembang. Kolaborasi dengan mitra Tiongkok diharapkan dapat mendorong alih teknologi, peningkatan investasi, serta perluasan lapangan kerja di daerah.

Selain itu, peluang ekspor sarang burung walet asal Jawa Timur ke pasar Tiongkok juga menjadi perhatian. Komoditas unggulan ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan yang stabil di pasar internasional. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menilai kerja sama perdagangan yang terstruktur dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha lokal sekaligus memperkuat neraca ekspor daerah.

“Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan, termasuk untuk komoditas unggulan seperti sarang burung walet,” kata Khofifah.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi kerja sama konkret dan berkelanjutan antara Jawa Timur dan RRT, baik di bidang pendidikan, industri, maupun perdagangan internasional.

Lainnya:

Berita Terkait

May Day 2026: Saat Buruh Masih Rentan, BPJS Ketenagakerjaan Cairkan Santunan Rp744 Juta di Lamongan
Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal
Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 22:58 WIB

Darurat Lapangan Kerja, Wamenaker Ungkap 155 Juta Pekerja Masih Bertahan di Sektor Informal

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Berita Terbaru