El Nino Ancam Panen, 53 Ribu Hektare Sawah Lamongan Diselamatkan dengan Pompanisasi

Rabu, 29 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dirjen PSP Kementan dan Bupati Lamongan meninjau pompanisasi di Waduk Delikguno, Rabu (29/4). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Dirjen PSP Kementan dan Bupati Lamongan meninjau pompanisasi di Waduk Delikguno, Rabu (29/4). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Ancaman El Nino mulai membayangi sektor pangan, namun Lamongan memilih melawan. Pemerintah turun langsung melakukan sidak pompanisasi di Waduk Delikguno, Rabu (29/4), untuk memastikan puluhan ribu hektare sawah tidak kering dan produksi beras tetap aman.

Langkah ini bukan sekadar rutinitas. Sebab, lebih dari separuh lahan sawah Lamongan atau sekitar 53 ribu hektare masih bergantung pada hujan. Jika terlambat diantisipasi, dampaknya bisa menjalar ke krisis panen, naiknya harga beras, hingga terganggunya pasokan pangan masyarakat.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Andi Nur Alamsyah menegaskan, pemerintah tidak ingin kecolongan menghadapi siklus iklim ekstrem. Pompanisasi dipercepat, sumber air dioptimalkan, dan distribusi alsintan dipastikan tepat sasaran.

“El Nino itu ada, tapi kami optimistis petani tetap menanam. Mitigasi sudah dilakukan lebih awal, pupuk tersedia, alsintan siap, dan air kita pastikan ada,” ujarnya.

Skema yang dijalankan terbilang agresif. Ratusan unit pompa disiapkan, mulai dari kapasitas 3 inci hingga 6 inci. Ditambah jaringan irigasi perpompaan dan perpipaan serta bangunan konservasi air untuk memperluas jangkauan distribusi air ke lahan-lahan kering.

Fokusnya jelas: menyelamatkan lahan tadah hujan yang selama ini rentan gagal tanam. Terlebih, banyak area berada di posisi lebih tinggi sehingga tidak terjangkau irigasi konvensional.

Sungai Bengawan Solo yang melintasi Lamongan sepanjang sekitar 80 kilometer kini diposisikan sebagai tulang punggung suplai air. Pemerintah mendorong pemanfaatan maksimal aliran sungai dan waduk yang selama ini belum optimal.

Dampak kebijakan ini langsung terasa. Area irigasi bertambah sekitar 200 hektare dari sebelumnya 257 hektare. Artinya, lebih banyak lahan yang bisa tetap ditanami meski curah hujan menurun.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyebut, strategi ini menjadi kunci menjaga produktivitas sekaligus menahan gejolak ekonomi di tingkat petani. Ia menargetkan indeks pertanaman meningkat signifikan.

“Kami dorong indeks pertanaman dari 2,1 menjadi 2,5. Ini penting agar produksi naik dan kesejahteraan petani ikut terdongkrak,” katanya.

Program pompanisasi kini telah menjangkau tiga titik utama, yakni Desa Pengumbulanadi di Tikung, Desa Truni di Babat, dan Desa Latukan di Karanggeneng.

Dengan langkah cepat ini, pemerintah berupaya memutus potensi krisis sejak awal. Targetnya jelas: tidak ada lahan menganggur, tidak ada panen gagal, dan tidak ada lonjakan harga yang membebani masyarakat.

“Yang sudah tanam kita pertahankan, yang akan tanam kita dorong. Tidak boleh ada lahan berhenti produksi,” pungkas Andi.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Target PAD Lamongan Rp1 Triliun, Yuhronur : Bukan untuk Tambah Beban Masyarakat
Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian
Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 14:27

Target PAD Lamongan Rp1 Triliun, Yuhronur : Bukan untuk Tambah Beban Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 - 11:42

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian

Kamis, 17 September 2026 - 09:14

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan

Kamis, 17 September 2026 - 09:06

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Berita Terbaru