JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Pengamat politik Faizal Assegaf kembali melontarkan kritik tajam terhadap situasi politik yang memanas pasca pelantikan Kepala Daerah. Ia mendesak Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, untuk segera mengambil langkah tegas dalam menghadapi manuver politik yang dilakukan oleh Jokowi dan keluarganya.
Faizal memperingatkan bahwa jika PDIP terlambat merespons situasi politik ini, maka Jokowi dan keluarganya akan semakin bertindak semena-mena. “Bila PDIP lambat bergerak, jelas memberi ruang bagi Jokowi dan keluarganya untuk bertindak lebih kurang ajar dan brutal,” ujar Faizal melalui akun X-nya, @faizalassegaf (22/2/2025).
Lebih lanjut, Faizal mendorong Megawati untuk memimpin aksi massa, dengan tujuan menuntut keadilan dan kesetaraan dalam politik yang menurutnya sedang timpang. Ia juga menyerukan agar Jokowi dan keluarganya diseret ke jalur hukum atas dugaan keterlibatannya dalam kekacauan yang berdampak pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. “Ibu Mega mesti berani turun ke jalan, mimpin jutaan kader PDIP datangi KPK,” serunya.
Sebelumnya, Megawati Soekarnoputri mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh kader PDIP melalui surat Nomor 7294/IN/DPP/II/2025 yang diterbitkan pada Kamis (20/2/2025). Dalam surat tersebut, Megawati meminta seluruh kader yang menjabat sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah untuk tidak menghadiri retreat di Magelang yang diselenggarakan bersama Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, kader diminta untuk tetap siaga dan mengaktifkan alat komunikasi guna menunggu arahan lebih lanjut dari DPP.
Instruksi ini dianggap sebagai langkah strategis PDIP dalam menghadapi situasi politik yang semakin memanas, menunjukkan bahwa posisi partai sebagai oposisi semakin jelas. Menurut Guru Besar Universitas Airlangga sekaligus pengamat politik, Prof. Henri Subiakto, keputusan Megawati mencerminkan sikap keras partai terbesar di Indonesia dalam menghadapi kekuasaan yang dianggap semakin otoriter. “Ini tanda politik yang keras dari partai terbesar Indonesia yang berpengalaman dalam perjuangan melawan kekuasaan tirani,” ujar Henri di akun X-nya, @henrysubiakto (21/2/2025).
Dengan adanya instruksi ini, posisi PDIP sebagai oposisi semakin jelas, mengingat berbagai kebijakan pemerintah yang menuai kritik dari masyarakat dan mahasiswa. PDIP kini tengah bersiap untuk mengambil langkah politik lebih besar di tengah situasi nasional yang kian memanas.
Lainnya:
- 5 Mantap” Jadi Strategi Konsolidasi, PDIP Kendal Tekankan Perjuangan untuk Rakyat
- Saat Kota Lamongan Terlelap, Polsek Tikung Bergerak Senyap Cegah Kejahatan 4C
- Polisi Turun ke Jalan, Patroli Polsek Tikung Diperketat, Warga Lamongan Diminta Siaga Jaga Keamanan
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin
Sumber Berita: Fajar.co.id








