JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pengkab Gabsi Jember menggelar Kejuaraan Mini Bridge Piala Ketua Pengkab Gabsi Jember sebagai upaya menjaring atlet-atlet muda berbakat sekaligus memperkuat pembinaan cabang olahraga bridge di tingkat pelajar.
Kejuaraan yang berlangsung di Gedung Juang 45 Politeknik Negeri Jember tersebut diikuti sekitar 80 hingga 100 peserta dari 13 sampai 15 sekolah tingkat SMA/SMK/MA sederajat. Ajang ini menjadi bagian dari strategi pembinaan atlet sejak usia sekolah agar regenerasi atlet bridge di Jember berjalan berkelanjutan.
Ketua Pengkab Gabsi Jember yang juga Direktur Politeknik Negeri Jember, Saiful Anwar, S.TP., M.P., mengatakan kejuaraan ini merupakan pilot project hasil kolaborasi Pengkab Gabsi Jember, KONI Jember, dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember.
“Kami melihat potensi atlet bridge di tingkat SMA/SMK sederajat di Jember masih sangat minim, padahal potensi di tingkat SD dan SMP cukup banyak. Kejuaraan ini menjadi wadah kaderisasi berkelanjutan untuk menyiapkan atlet-atlet pemula,” ujar Saiful.
Ia menjelaskan olahraga bridge tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga berkontribusi terhadap kemampuan berpikir, konsentrasi, serta daya ingat peserta. Pengkab Gabsi Jember juga membuka peluang bagi atlet berprestasi untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi di Politeknik Negeri Jember.
Sekretaris Umum KONI Jember, NR Panca Hidayat, menilai kejuaraan tersebut menjadi langkah strategis dalam menyiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) maupun Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
“Untuk pengkaderan dan persiapan atlet di level Popda maupun Porprov, kegiatan seperti ini sangat bagus karena menyasar siswa-siswa yang memiliki ekstrakurikuler bridge di sekolahnya. Hasil dari kejuaraan ini bisa menjaring yang terbaik untuk mewakili Jember, sekaligus tercipta simbiosis mutualisme antara cabang olahraga dan perguruan tinggi,” ungkap Panca.
Antusiasme peserta juga terlihat selama pertandingan berlangsung. Siski Sella Anastasya, siswi kelas XI SMKN 2 Jember, mengaku mendapatkan pengalaman baru meski baru dua kali mengikuti latihan bridge.
“Mengikuti lomba ini sangat menarik karena benar-benar mengasah otak dan pikiran. Kita harus mengingat kartu yang dikeluarkan musuh dan teman, serta berhitung matematis untuk menentukan taktik agar bisa menang,” tuturnya.
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar