Geopark Ijen Jalani Revalidasi UNESCO, Banyuwangi Optimistis Raih Green Card

Rabu, 5 Agustus 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dua asesor UNESCO Global Geopark meninjau salah satu lokasi Geopark Ijen dalam proses revalidasi di Banyuwangi, Agustus 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

Dua asesor UNESCO Global Geopark meninjau salah satu lokasi Geopark Ijen dalam proses revalidasi di Banyuwangi, Agustus 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id).

BANYUWANGIm RadarBangsa.co.id – Geopark Ijen mulai menjalani proses revalidasi UNESCO Global Geopark (UGG) yang berlangsung pada 3–6 Agustus 2026. Dua asesor UNESCO, Dr. Andreas Schüller dari Jerman dan Qinling Zhongnanshan dari China, melakukan evaluasi terhadap pengelolaan kawasan geopark untuk memastikan tetap memenuhi standar internasional sejak ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark pada 2023.

Revalidasi merupakan evaluasi wajib yang dilaksanakan setiap empat tahun bagi seluruh kawasan UNESCO Global Geopark. Hasil penilaian akan menentukan status Geopark Ijen, yakni Green Card apabila seluruh standar terpenuhi, Yellow Card jika masih memerlukan perbaikan dalam waktu dua tahun, atau Red Card apabila status UNESCO Global Geopark dicabut.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan kunjungan asesor UNESCO menjadi momentum penting untuk menunjukkan komitmen daerah dalam mengembangkan Geopark Ijen secara berkelanjutan.

“Sejak memperoleh pengakuan UNESCO pada 2023, kami terus memperkuat pengelolaan Geopark Ijen bersama pemerintah, masyarakat, akademisi dan seluruh pemangku kepentingan melalui tiga pilar utama, yaitu edukasi, konservasi serta pemberdayaan masyarakat,” kata Ipuk, Selasa (4/8/2026).

Ia menjelaskan pengelolaan Geopark Ijen dilakukan dengan mengintegrasikan potensi alam, budaya, dan masyarakat dalam satu ekosistem pembangunan yang berkelanjutan. Pendekatan tersebut menjadi dasar dalam menjaga kualitas kawasan sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Selama proses evaluasi, kedua asesor UNESCO mengunjungi sejumlah geosite dan lokasi pendukung. Pada hari pertama mereka meninjau Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI), Desa Adat Kemiren, serta berbagai sentra ekonomi kreatif di Banyuwangi.

Penilaian kemudian dilanjutkan ke kawasan Alas Purwo dan Teluk Pangpang di Grajagan yang menjadi bagian dari bentang alam Geopark Ijen. Sebelum memulai asesmen lapangan, kedua asesor juga menghadiri welcoming dinner di Pendopo Sabha Swagata yang dihadiri Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, perwakilan Bappenas, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Asesor UNESCO Dr. Andreas Schüller mengaku terkesan dengan panorama Banyuwangi yang dinikmatinya selama perjalanan kereta api dari Surabaya menuju Banyuwangi.

“Kami mendapatkan gambaran awal tentang wilayah Anda yang sangat luar biasa ini. Pemandangan yang indah, ladang-ladang, tanaman, perkebunan kopi, dan di balik awan kami bisa melihat beberapa gunung besar,” ujarnya.

Andreas menilai Banyuwangi telah menunjukkan kualitas pengelolaan yang dibutuhkan untuk menjadi bagian dari jaringan UNESCO Global Geopark. Menurutnya, pemerintah daerah memahami bahwa geopark tidak hanya berfungsi melindungi warisan geologi yang bernilai internasional, tetapi juga menjadi sarana pendidikan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan masyarakat.

Ia menambahkan keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan sebuah geopark. Karena itu, komitmen pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi modal kuat dalam proses evaluasi tahun ini.

“Geopark bukan hanya tentang geologi, tetapi juga tentang masyarakat, di mana masyarakat menjadi aktornya. Saya melihat komitmen yang kuat dari Ibu Bupati dan seluruh pihak dalam hal ini. Itu adalah awal yang sempurna dalam misi evaluasi ini,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Berita Terbaru