Globalisasi Menguat, DPD RI Lia Istifhama Soroti Pentingnya Bahasa Daerah Jawa Timur

Rabu, 14 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menyampaikan pandangan tentang pentingnya revitalisasi bahasa daerah Jawa Timur. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat menyampaikan pandangan tentang pentingnya revitalisasi bahasa daerah Jawa Timur. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menekankan pentingnya revitalisasi bahasa daerah sebagai strategi memperkuat identitas kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi. Upaya tersebut dinilai krusial untuk menjaga karakter bangsa sekaligus memastikan keberlanjutan warisan budaya lokal agar tidak tergerus perubahan zaman.

Lia menyampaikan pandangan tersebut saat ditemui di kantornya, Selasa (13/1/2026). Ia menegaskan bahwa bahasa daerah bukan sekadar alat komunikasi lokal, melainkan fondasi pembentuk nilai, cara berpikir, dan jati diri masyarakat.

“Bahasa daerah adalah akar identitas kebangsaan. Ketika bahasa daerah melemah, maka karakter bangsa juga berisiko ikut terkikis,” kata Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, saat memberikan keterangan.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki kekayaan linguistik yang sangat beragam, mulai dari bahasa Jawa dengan ragam dialeknya, bahasa Madura, Osing, hingga Tengger. Keragaman ini, lanjut Lia, harus diperlakukan sebagai kekuatan budaya yang perlu dikelola melalui kebijakan publik yang terencana dan berkelanjutan.

Lia menilai sektor pendidikan dan komunitas lokal menjadi ruang paling strategis dalam upaya revitalisasi bahasa daerah. Sekolah berperan penting dalam regenerasi penutur, sementara komunitas menjadi ruang hidup yang memastikan bahasa daerah digunakan secara aktif dalam keseharian.

Ia juga mengapresiasi langkah Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur yang telah melakukan pra-audiensi dan menyusun perencanaan program revitalisasi bahasa daerah. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan komitmen negara dalam melindungi warisan budaya lokal sebagai bagian dari kepentingan nasional.

“Penguatan bahasa daerah tidak bertentangan dengan bahasa Indonesia. Justru saling melengkapi dan memperkaya kebudayaan nasional,” ujarnya.

Sebagai wakil daerah di DPD RI, Lia memastikan akan terus mengawal kebijakan pelestarian bahasa daerah agar terintegrasi dengan pembangunan nasional. “Program revitalisasi mampu menjawab tantangan modernisasi tanpa menghilangkan akar budaya masyarakat Jawa Timur,”harapnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Berita Terbaru