Anggota DPD RI Lia Istifhama Dorong Revitalisasi Bahasa Daerah Jawa Timur untuk Perkuat Identitas Kebangsaan

Selasa, 13 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, saat menyampaikan pandangannya terkait revitalisasi bahasa daerah di Surabaya. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, saat menyampaikan pandangannya terkait revitalisasi bahasa daerah di Surabaya. Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menegaskan pentingnya revitalisasi bahasa daerah sebagai strategi kultural untuk memperkuat identitas kebangsaan di tengah derasnya arus globalisasi. Ia menilai pelestarian bahasa daerah bukan sekadar agenda lokal, melainkan bagian integral dari kepentingan nasional yang berdampak langsung pada pembentukan karakter bangsa.

Lia menyampaikan pandangan tersebut saat ditemui di kantornya di Surabaya, Selasa (13/1/2026). Menurutnya, bahasa daerah memiliki fungsi strategis sebagai akar budaya yang membentuk cara berpikir, nilai, dan jati diri masyarakat.

“Bahasa daerah adalah fondasi identitas kebangsaan. Ketika bahasa daerah tergerus, yang hilang bukan hanya kosakata, tetapi juga nilai, karakter, dan memori kolektif bangsa,” ujar Lia Istifhama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, saat diwawancarai.

Ia menyoroti kondisi global saat ini yang ditandai dengan penetrasi budaya asing melalui media digital dan gaya hidup modern. Tanpa kebijakan pelindung yang kuat, bahasa daerah berpotensi semakin tersisih, terutama di kalangan generasi muda.

Lia menilai Jawa Timur memiliki kekayaan linguistik yang sangat besar, mulai dari bahasa Jawa dengan beragam dialek, bahasa Madura, Osing di Banyuwangi, hingga bahasa Tengger di kawasan Bromo. Keragaman tersebut, kata dia, merupakan aset budaya nasional yang membutuhkan perlindungan berbasis kebijakan jangka panjang.

Ia mendorong agar program revitalisasi bahasa daerah tidak bersifat seremonial, melainkan terintegrasi dalam sistem pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat. Sekolah dipandang sebagai ruang strategis untuk regenerasi penutur, sementara komunitas budaya menjadi wadah alami praktik berbahasa daerah.

“Revitalisasi harus menyentuh ruang pendidikan, kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, hingga ruang komunitas. Bahasa harus hidup dan digunakan, bukan hanya didokumentasikan,” tegasnya.

Lia juga mengapresiasi langkah Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur yang telah melakukan pra-audiensi serta menyusun perencanaan program revitalisasi bahasa daerah. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan kehadiran negara dalam menjaga warisan budaya lokal.

Ia menegaskan bahwa penguatan bahasa daerah tidak bertentangan dengan posisi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Sebaliknya, keduanya saling melengkapi dalam membangun kebudayaan nasional yang inklusif.

“Bahasa Indonesia tetap menjadi pemersatu, sementara bahasa daerah memperkaya identitas nasional. Ini bukan pilihan salah satu, tetapi penguatan bersama,” kata Lia.

Sebagai wakil daerah di DPD RI, Lia Istifhama menyatakan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan pelestarian bahasa daerah agar sejalan dengan pembangunan nasional. “Revitalisasi bahasa daerah di Jawa Timur dapat menjadi model penguatan identitas kebangsaan yang adaptif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan akar budaya,”tandasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru