PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Gorong-gorong di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Simpang Empat Petungasri, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, ambles hingga membuat air meluber ke Jalan Raya Kasri, Rabu (26/8/2026).
Kerusakan pada jalur alternatif menuju Trawas itu menghambat laju kendaraan. Pemerintah Kabupaten Pasuruan pun langsung turun tangan dengan membongkar bagian jalan yang terdampak untuk mengganti gorong-gorong lama dengan box culvert beton.
Warga setempat, Agung, mengatakan kerusakan tersebut sebenarnya bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, titik tersebut sempat ditangani secara darurat menggunakan urukan pasir, tetapi kembali ambles.
“Pernah ditambal pakai pasir, tapi lama-lama ambles lagi. Mulai Senin (24/8) kemarin amblesnya tambah parah. Air mulai muncul dan meluber ke jalan raya,” ujar Agung.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Sumber Daya Air (SDA) bersama Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan melakukan peninjauan langsung. Petugas kemudian membersihkan saluran dan membongkar badan jalan menggunakan alat berat.
Kabid SDA Kabupaten Pasuruan Bensu Roa Priyadi menjelaskan, gorong-gorong tersebut berfungsi sebagai saluran pembuangan air rumah tangga. Hasil pemeriksaan menunjukkan saluran tersumbat tumpukan sampah dan sedimentasi tanah yang cukup parah.
“Hari ini kami langsung melakukan pembersihan sampah dan dilanjutkan pembongkaran jalan menggunakan backhoe. Jalan ini harus dibongkar total karena gorong-gorongnya akan diganti baru,” terang Bensu.
Kabid Bina Marga, Danang, mengatakan bagian jalan yang terdampak akan dibongkar sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar 1 meter. Gorong-gorong lama yang rusak akan diganti dengan box culvert beton.
Danang menyebut kondisi ambles juga dipicu beban kendaraan berat yang kerap melintas di jalur tersebut. Jalur yang memiliki lebar sekitar 10 meter itu perlu ditangani agar kerusakan tidak mengganggu arus kendaraan lebih jauh.
Untuk mendukung pekerjaan, Pemkab Pasuruan tengah berkoordinasi dengan kepolisian mengenai pengaturan lalu lintas selama proses perbaikan. Ada dua skenario yang disiapkan, yakni menutup jalan secara total atau menerapkan sistem buka-tutup dengan menggunakan separuh badan jalan.
“Ada opsi jalan akan ditutup total selama proses perbaikan, atau bisa juga ditutup separuh secara bergantian. Namun, jika menggunakan sistem buka-tutup (separuh jalan), proses perbaikan pasti memakan waktu yang lebih lama,” pungkas Danang.
Penulis : Ahmad
Editor : Zainul Arifin


















Komentar