Gubernur dan Kapolda Luncurkan Tambang Rakyat NTB

Sabtu, 12 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal menyerahkan secara simbolis Izin Pertambangan Rakyat (IPR) kepada perwakilan Koperasi Selonong Bukit Lestari, disaksikan Kapolda NTB Irjen Pol. Hadi Gunawan, jajaran Forkopimda, dan perwakilan Kantor Staf Presiden, Sabtu (12/7/2025). | Foto Dok Ho/RadarBangsa

Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal menyerahkan secara simbolis Izin Pertambangan Rakyat (IPR) kepada perwakilan Koperasi Selonong Bukit Lestari, disaksikan Kapolda NTB Irjen Pol. Hadi Gunawan, jajaran Forkopimda, dan perwakilan Kantor Staf Presiden, Sabtu (12/7/2025). | Foto Dok Ho/RadarBangsa

SUMBAWA, RadarBangsa.co.id – Sebuah babak baru dalam sejarah pertambangan rakyat di Indonesia dimulai dari tanah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Pada peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78, Sabtu (12/7/2025), Koperasi Selonong Bukit Lestari secara resmi menerima Izin Pertambangan Rakyat (IPR) pertama yang diserahkan langsung oleh Gubernur NTB Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal. Momen ini turut disaksikan Kapolda NTB Irjen Pol. Hadi Gunawan, S.H., S.I.K., menandai langkah konkret untuk mendorong praktik pertambangan yang legal, transparan, dan berpihak kepada rakyat.

IPR yang diberikan kepada koperasi ini bukan hanya simbol legalitas, tetapi juga bentuk ikhtiar pemerintah dalam memutus rantai tambang ilegal yang selama bertahun-tahun merusak lingkungan dan merugikan masyarakat. Dengan melibatkan koperasi lokal, pemerintah daerah ingin menegaskan bahwa pengelolaan sumber daya alam bisa dilakukan secara bermartabat dan berkeadilan.

Dalam sambutannya, Kapolda NTB menekankan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan gerakan sosial yang mengakar pada nilai gotong royong dan kekeluargaan nilai luhur yang sejak lama menjadi identitas bangsa. Ia menyebut, dalam menghadapi tantangan ekonomi global, koperasi telah terbukti tangguh sebagai penggerak ekonomi kerakyatan.

“Kita dorong anak-anak muda NTB untuk aktif di sektor koperasi, termasuk dalam bidang pertambangan rakyat. Tapi semuanya harus sesuai koridor hukum dan tetap menjaga kelestarian alam,” ujar Kapolda.

Gubernur NTB Dr. Lalu Muhammad Iqbal menyambut baik peluncuran IPR ini dan menyebutnya sebagai manifestasi nyata dari filosofi koperasi sebagai “soko guru” ekonomi bangsa. Menurutnya, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang memasukkan koperasi dalam konstitusi sebagai fondasi sistem ekonomi.

“Selama soko guru ini berdiri kokoh, ekonomi Indonesia tidak akan goyah. Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya lahirnya koperasi-koperasi merah putih di berbagai sektor, termasuk tambang rakyat,” ungkap Gubernur.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolda NTB yang menjadi motor penggerak inisiatif legalisasi tambang rakyat melalui koperasi. Selama lebih dari satu dekade, kata Gubernur, praktik tambang ilegal membayangi NTB dan belum pernah berhasil ditangani secara tuntas.

“Kini kita punya jalan legal. Koperasi tambang ini akan menjadi solusi nyata, asal pengelolaannya sesuai aturan dan pengawasannya konsisten,” tambahnya.

Dukungan terhadap inisiatif ini juga datang dari Kantor Staf Presiden (KSP). Brigjen TNI (Purn) Irianto yang hadir mewakili Deputi 5 KSP, menilai legalisasi pertambangan melalui koperasi bisa menjadi model nasional dalam pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kolaborasi antara koperasi, penambang, aparat, media, dan masyarakat sipil adalah terobosan luar biasa. Kita bisa hentikan tambang ilegal tanpa benturan, tapi dengan solusi,” tegasnya.

Sebagai IPR pertama di Indonesia yang diberikan kepada koperasi, model ini diharapkan menjadi rujukan nasional dalam membangun pertambangan rakyat yang berbasis kelembagaan lokal. Inisiatif yang dimulai dari Sumbawa ini bukan hanya memberi harapan baru bagi NTB, tapi juga menegaskan bahwa sumber daya alam bisa dikelola oleh rakyat secara sah, mandiri, dan berkelanjutan.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan
Tag :

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru