Gubernur Jawa Timur Khofifah Bawa Misi Dagang Jatim ke Sumut, Transaksi Tembus Rp2,843 Triliun

Rabu, 30 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memimpin Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Sumatera Utara di Medan, Selasa (29/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat memimpin Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Sumatera Utara di Medan, Selasa (29/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

MEDAN, RadarBangsa.co.id — Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur–Sumatera Utara yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mencatat transaksi sebesar Rp2.843.228.682.250 atau sekitar Rp2,843 triliun. Kegiatan yang digelar di Hotel Grand Mercure Maha Cipta Angkasa Medan, Selasa (29/9/2026), menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar dan memperkuat jejaring pelaku usaha antardaerah.

Dari total transaksi tersebut, penjualan produk Jawa Timur ke Sumatera Utara mencapai Rp2,721 triliun. Sementara transaksi pembelian produk Sumatera Utara oleh pelaku usaha Jawa Timur tercatat Rp121,592 miliar.

Komoditas yang diperdagangkan cukup beragam, mulai dari olahan daging unggas, susu, daging unggas, anak ayam, kambing dan domba, gula aren, telur, produk fashion, hasil perikanan, benih hortikultura dan tanaman pangan, hingga pupuk, beras, kopi, tepung mocaf, sepatu kulit, multipleks, garam, dan pakan ikan.

Sementara dari Sumatera Utara, pelaku usaha Jawa Timur membeli sejumlah komoditas seperti wortel, jeruk, kepiting pasteurisasi, kopi, arang batok kelapa dan cocofeat, serta kopi luwak.

Gubernur Khofifah mengatakan misi dagang tersebut tidak semata-mata mengejar besarnya nilai transaksi. Menurutnya, kegiatan itu juga diarahkan untuk membangun hubungan perdagangan yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

“Prinsipnya adalah mari kita bangun kebersamaan ini, kita harus tumbuh bersama, maju bersama, berkembang bersama dan sejahtera bersama,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, hubungan perdagangan antardaerah perlu diarahkan untuk memperkuat perekonomian kedua provinsi sekaligus memperluas manfaat bagi wilayah lain di Indonesia.

“Kita harus maju bersama dan kita harus mewujudkan kesejahteraan bersama, mudah-mudahan kebersamaan ini bisa menguatkan, bukan hanya antara Sumatera Utara dan Jawa Timur tapi ini penguatan seluruh area yang ada di NKRI,” imbuhnya.

Selain mengejar transaksi, misi dagang juga menjadi ruang bagi pelaku usaha untuk menemukan pasar baru. Khofifah menilai hal tersebut penting bagi UMKM agar memiliki akses pasar yang lebih luas sehingga kapasitas produksi dan usaha mereka dapat berkembang.

“Apa yang kita ikhtiarkan pada misi dagang dan investasi ini? Tentu harapan kita, seluruh pelaku pelaku usaha, termasuk di dalamnya UMKM, mereka punya harapan baru bahwa mereka akan memiliki pasar-pasar baru,” ungkapnya.

Khofifah juga melihat peluang kerja sama dari sejumlah komoditas yang menjadi kekuatan masing-masing daerah. Potensi produksi Jawa Timur dan kebutuhan pasar Sumatera Utara dinilai dapat saling melengkapi, termasuk untuk memenuhi pasar domestik maupun membuka peluang ekspor.

“Di saat kita harus mencari solusi membuka ruang pintu bagi penguatan perdagangan, penguatan ekonomi dari kedua provinsi yang harus kita bangun bersama. Kedua belah pihak saya rasa punya potensi yang sama besarnya untuk saling menemu kenali pasar baru atau ekspor melalui pelaku usaha Jatim juga sudah cukup banyak,” jelasnya.

Salah satu komoditas yang menjadi perhatian adalah kopi. Khofifah menyebut Jawa Timur memiliki produksi kopi yang cukup signifikan, tetapi masih menghadapi tantangan produktivitas serta kebutuhan bibit berkualitas.

“PR kita sama, bagaimana sesungguhnya kita bisa mendapatkan bibit yang baik. Di Jawa Timur memang produksi kopinya cukup signifikan, tetapi produktivitasnya masih perlu kita dorong karena kita tidak mudah mendapatkan bibit yang bisa menghasilkan tingkat produktivitas yang tinggi,” bebernya.

“Jadi ada PR yang mudah-mudahan kita bisa cari solusi bersama di misi dagang. Kita punya produksi kopi yang perlu ditingkatkan, tetapi produktivitas yang tinggi itu juga sangat penting,” lanjutnya.

Selain kopi, komoditas arang kayu dan arang batok kelapa juga disebut memiliki peluang pasar yang besar. Khofifah melihat permintaan terhadap komoditas tersebut cukup tinggi, termasuk untuk pasar internasional.

“Karena ada produk yang menurut saya pasar globalnya luar biasa dan potensi disini luar biasa. Ada dua booth yang mengenalkan arang baik arang kayu atau batok kelapa marketnya gede sekali,” katanya.

Gubernur Sumatera Utara M. Bobby Afif Nasution mengapresiasi kedatangan Khofifah bersama pelaku usaha Jawa Timur. Ia menyebut hubungan Jawa Timur dan Sumatera Utara terus berkembang melalui berbagai bentuk kerja sama.

“Terima kasih Ibu Gubernur sudah peduli kepada kami. Tahun lalu Ibu hadir saat bencana Sumut dan memberikan bantuan. Kali ini Ibu bukan bawa bantuan, tapi bawa pedagang. Insyaallah transaksi hari ini sangat luar biasa,” kata Bobby.

Bobby juga mengapresiasi konsistensi Jawa Timur dalam menjalankan misi dagang antardaerah.

“Terima kasih Ibu hadir di tanah Sumatera Utara dalam misi dagang. Ini hal terobosan yang luar biasa. Sudah ke-56 yang Ibu lakukan mulai dari 2019 sampai 2026,” ujarnya.

Nilai transaksi dalam kegiatan tersebut masih bergerak seiring berlangsungnya proses transaksi antarpelaku usaha. Hingga pukul 10.00 WIB, Bobby menyebut nilai transaksi telah mencapai sekitar Rp2,288 triliun.

Besarnya transaksi produk Jawa Timur yang masuk ke Sumatera Utara juga dinilai menjadi pembelajaran bagi pelaku usaha di Sumatera Utara untuk memahami kebutuhan pasar dan meningkatkan daya saing produk.

“Ini tantangan untuk kita yang ada di Sumut. Ini tandanya pentingnya mengkurasi pelaku UMKM, memilih pelaku usaha yang dibawa ke Sumatera Utara ini melalui seleksi dan pelatihan yang luar biasa, serta mempelajari market-nya,” imbuhnya.

Misi dagang tersebut menunjukkan besarnya potensi perdagangan antardaerah ketika kebutuhan pasar dan kapasitas produksi dipertemukan. Pemerintah Jawa Timur dan Sumatera Utara mendorong hubungan tersebut tidak berhenti pada transaksi, tetapi berkembang menjadi kerja sama perdagangan yang berkelanjutan.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Swasembada Gula, Lamongan Optimalkan Bongkar Ratoon dan Mekanisasi Tebu
Kemnaker Periksa 9 Perusahaan di Kawasan Industri Kendal dan Batang
PT Musim Mas Salurkan 30 Perahu untuk Nelayan Desa Tanjung Beringin, Pangkalan Kuras, Pelalawan, Riau

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:02

Swasembada Gula, Lamongan Optimalkan Bongkar Ratoon dan Mekanisasi Tebu

Rabu, 30 September 2026 - 19:33

Kemnaker Periksa 9 Perusahaan di Kawasan Industri Kendal dan Batang

Rabu, 30 September 2026 - 13:54

PT Musim Mas Salurkan 30 Perahu untuk Nelayan Desa Tanjung Beringin, Pangkalan Kuras, Pelalawan, Riau

Rabu, 30 September 2026 - 08:50

Gubernur Jawa Timur Khofifah Bawa Misi Dagang Jatim ke Sumut, Transaksi Tembus Rp2,843 Triliun

Berita Terbaru