Gubernur Khofifah Antar Jawa Timur Raih Tiga Penghargaan Besar Dalam IGA 2025

Rabu, 10 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan IGA 2025 dari Kemendagri. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan IGA 2025 dari Kemendagri. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id – Penguatan tata kelola layanan publik menjadi kunci kemenangan Jawa Timur dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2025. Provinsi ini tidak hanya dinobatkan sebagai Provinsi Terinovatif, tetapi juga meraih predikat sebagai daerah dengan Indeks Inovasi Daerah (IID) tertinggi se-Pulau Jawa dan penghargaan peserta pameran terbaik I. Pengakuan tersebut sekaligus mengukuhkan Jawa Timur sebagai salah satu pusat inovasi pemerintahan paling progresif di Indonesia.

Penghargaan diserahkan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada malam puncak IGA 2025 yang berlangsung di Grand Ballroom Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Rabu (10/12). Ketiga penghargaan ini menjadi bukti bahwa transformasi layanan publik Jawa Timur berjalan konsisten dan menghasilkan dampak konkret bagi masyarakat.

Khofifah menyampaikan bahwa capaian ini adalah hasil dari komitmen kolektif seluruh perangkat daerah dalam mendorong pemerintahan digital dan inovasi yang berorientasi solusi. “Ini merupakan pengakuan nasional atas kesungguhan Jawa Timur menjaga kultur inovasi. Indeks inovasi daerah kita tertinggi di Pulau Jawa, dan ini mencerminkan kerja nyata seluruh jajaran,” ujarnya.

Dalam IGA 2025, Jawa Timur melaporkan 679 inovasi, termasuk 211 inovasi yang telah melalui proses validasi dan penjaminan mutu oleh Universitas Indonesia dan Universitas Hasanuddin. Validasi independen ini memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan tidak hanya menarik secara konsep, tetapi benar-benar mendorong perbaikan layanan. “Setiap inovasi melewati proses seleksi dan verifikasi yang ketat. Validasi eksternal menjadi bukti bahwa inovasi kita benar-benar relevan dan berdampak,” lanjut Khofifah.

Dua inovasi andalan yang ditampilkan tahun ini—Trans Jatim Ajaib 2.0 dan Kopi Perikanan—menjadi contoh transformasi nyata yang menyentuh kebutuhan publik. Trans Jatim Ajaib 2.0 hadir sebagai aplikasi transportasi terpadu yang tidak hanya menyediakan layanan tiket dan rute perjalanan, tetapi juga fitur ekspedisi berbasis jaringan bus Trans Jatim. Melalui fitur Tradisi Trans Jatim Ekspedisi, masyarakat dapat mengirim barang hingga tujuh kilogram dengan pelacakan real time serta menikmati etalase digital UMKM. “Inovasi ini memperluas manfaat transportasi publik, sekaligus menggerakkan ekonomi lokal,” kata Khofifah.

Sementara itu, inovasi Kopi Perikanan mengubah layanan perizinan nelayan menjadi lebih cepat, mudah, dan humanis. Petugas turun langsung ke wilayah pesisir dan memberikan pendampingan dalam suasana nonformal sambil berdialog santai. Pendekatan ini terbukti mempermudah nelayan memahami persyaratan perizinan tanpa tekanan administratif. “Ini layanan jemput bola yang menguatkan kepercayaan nelayan kepada pemerintah. Pendekatan humanis membuat layanan lebih inklusif,” ujar Khofifah.

Menurutnya, keberhasilan inovasi sektor transportasi dan kelautan ini menunjukkan bahwa inovasi tidak harus berskala besar untuk menciptakan dampak. Yang terpenting adalah kemampuannya menjawab kebutuhan spesifik masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan terus memperluas model inovasi yang berorientasi kemudahan layanan. “Inovasi akan terus menjadi elemen penting dalam menghadirkan tata kelola yang responsif dan berkualitas,” ucapnya.

Sebagai gubernur perempuan pertama di Jawa Timur, Khofifah menilai ekosistem inovasi daerah kini semakin kuat, ditopang kolaborasi lintas perangkat daerah serta keterlibatan komunitas lokal. Ia menekankan bahwa budaya inovasi hanya dapat bertahan apabila pemerintah membuka ruang kreativitas dan mengevaluasi setiap kebijakan berbasis data. “Budaya inovasi tidak boleh padam. Jiwa kreatif ini yang membuat layanan publik kita berkembang,” katanya.

Khofifah tidak lupa memberikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah yang terus melahirkan terobosan yang bermakna. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini harus menjadi pemacu untuk mendorong kolaborasi yang lebih luas. “Saya menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan integritas seluruh perangkat daerah. Jangan lelah berinovasi karena setiap perubahan membawa manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus dalam sambutannya menyebut bahwa IGA 2025 hadir di tengah dinamika pengurangan Dana Transfer ke Daerah (TKD). Menurutnya, situasi tersebut menuntut pemerintah daerah memperkuat kreativitas untuk mengoptimalkan anggaran dan menciptakan sumber pendapatan baru. “Inovasi bukan hanya pilihan, tetapi kebutuhan dalam membangun pemerintahan yang efisien,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa penilaian IID dalam IGA bukan sekadar formalitas, melainkan upaya mendorong inovasi menjadi bagian dari tata kelola daerah. “Ini adalah momentum untuk menginstitusionalisasi inovasi sebagai pendorong kesejahteraan rakyat dan daya saing bangsa,” tambahnya.

Wiyagus menutup sambutan dengan memberikan apresiasi kepada seluruh daerah yang berhasil meraih penghargaan. “IGA bukan seremoni. Ini pengakuan atas keberanian dan komitmen pemerintah daerah melakukan perubahan nyata,” tegasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru