LUMAJANG, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan penghargaan kepada Anggota DPD RI Komite III, Dr. Lia Istifhama, atas kontribusinya dalam menggerakkan kampanye lingkungan berbasis partisipasi masyarakat bertajuk Shodaqoh Oksigen. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas peran aktif Lia Istifhama dalam mendorong kesadaran ekologis yang berdampak langsung pada ekonomi warga.
Piagam penghargaan bernomor 100.3.3/KPTS/033.2/2025 diserahkan langsung oleh Gubernur Khofifah di Bumi Perkemahan Glagah Arum Kedang Tepus, Senduro, Kabupaten Lumajang, bertepatan dengan peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2025. Peringatan tersebut dimanfaatkan Pemprov Jatim untuk menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.
Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menilai kampanye Shodaqoh Oksigen menghadirkan pendekatan sederhana namun relevan dengan tantangan lingkungan saat ini. Menurutnya, gerakan tersebut tidak hanya mendorong aktivitas menanam pohon, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang hubungan erat antara alam dan kesejahteraan masyarakat.
“Shodaqoh Oksigen mampu menginspirasi banyak komunitas karena menggabungkan kepedulian lingkungan dengan penguatan ekonomi keluarga. Ini sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan Jawa Timur,” ujar Khofifah, Jumat (12/12).
Pemprov Jatim memandang inisiatif yang digagas Senator asal Jawa Timur yang akrab disapa Ning Lia itu sebagai model gerakan lingkungan yang adaptif. Melalui keterlibatan UMKM dan kelompok masyarakat, Shodaqoh Oksigen dinilai menciptakan dampak ganda berupa peningkatan kualitas lingkungan sekaligus penguatan ekonomi lokal.
Menanggapi penghargaan tersebut, Lia Istifhama menyampaikan apresiasi dan komitmennya untuk terus mengembangkan gerakan pelestarian alam yang inklusif. “Menjaga bumi adalah tanggung jawab bersama. Jika setiap orang mau menanam satu pohon dalam momen penting hidupnya, dampaknya akan sangat besar bagi masa depan lingkungan,” kata Lia Istifhama.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








