TUBAN, RadarBangsa.co.id — Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menekankan pentingnya membumikan nilai Empat Pilar Kebangsaan melalui tindakan nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama kader Fatayat NU Tuban di kawasan Pantai Kelapa, Kabupaten Tuban, Sabtu (13/12).
Kegiatan diikuti perwakilan Pengurus Cabang dan Pengurus Anak Cabang Fatayat NU Tuban. Dalam forum tersebut, Lia menegaskan bahwa pemahaman kebangsaan tidak boleh berhenti pada tataran konsep, melainkan harus hadir dalam perilaku sehari-hari yang menjunjung kemaslahatan bersama.
“Empat Pilar Kebangsaan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus diterjemahkan menjadi perbuatan. Ketika kebaikan dilakukan dengan tulus, manfaatnya bisa dirasakan lintas agama, latar sosial, serta pilihan politik,” ujar Lia Istifhama.
Menurut perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu, praktik kebangsaan dapat dimulai dari hal sederhana dan relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Salah satunya dengan mendukung potensi lokal melalui ruang digital yang semakin berpengaruh terhadap ekonomi daerah.
“Memberi ulasan positif atau bintang lima untuk destinasi wisata seperti Pantai Kelapa Tuban mungkin terlihat sepele. Namun dampaknya besar, karena ikut menggerakkan roda ekonomi dan menghidupi banyak orang dengan latar belakang yang beragam. Di situ nilai Bhinneka Tunggal Ika bekerja,” jelas Wakil Ketua Fatayat NU Jawa Timur tersebut.
Dalam kesempatan itu, Lia juga menjelaskan peran strategis DPD RI sebagai representasi daerah di tingkat nasional. Dengan wilayah kerja berbasis provinsi, DPD RI memiliki mandat memperjuangkan kepentingan daerah secara menyeluruh, termasuk wilayah pesisir seperti Tuban.
“Wakil rakyat tidak boleh membatasi diri pada siapa yang memilih atau tidak memilih. Politik sejati adalah menghadirkan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” kata Lia, yang juga meraih predikat Wakil Rakyat Terpopuler dan Paling Disukai versi ARCI 2025.
Ia turut mendorong kader Fatayat NU untuk tampil sebagai perempuan pemimpin yang adaptif, inovatif, dan melek digital. Menurutnya, media digital menjadi ruang strategis untuk memperkuat narasi kebangsaan yang inklusif dan mencerahkan.
Ketua PC Fatayat NU Tuban, Wahyuni Hidayati, mengapresiasi pendekatan Lia yang dinilai mampu menyederhanakan nilai kebangsaan tanpa menghilangkan substansi. “Sosialisasi ini relevan dengan tantangan zaman dan menyentuh langsung peran perempuan muda,” ujarnya.
Menutup kegiatan, Lia berharap kader Fatayat NU dapat menjadi agen kebaikan di lingkungan masing-masing. “Ketika perempuan bergerak membawa nilai kebangsaan, dampaknya akan jauh lebih luas dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








