Khofifah Serahkan 2.532 Sertipikat Wakaf, Tanah Ibadah Jatim Aman

Minggu, 14 Desember 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyerahkan ribuan sertipikat tanah wakaf dan tempat ibadah di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri ATR/BPN Nusron Wahid menyerahkan ribuan sertipikat tanah wakaf dan tempat ibadah di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mempercepat pengamanan aset keagamaan melalui penyerahan 2.532 sertipikat tanah wakaf serta tempat ibadah. Penyerahan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Sabtu (13/12).

Langkah ini dipandang strategis karena menyentuh persoalan krusial yang selama ini kerap memicu konflik agraria, yakni lemahnya legalitas tanah wakaf serta tempat ibadah. Dengan sertipikasi, negara memastikan perlindungan hukum atas tanah yang digunakan untuk kepentingan keagamaan, sosial, dan pendidikan.

“Ini bukan sekadar dokumen pertanahan. Sertipikat menjadi jaminan kepastian hukum bagi seluruh bidang tanah yang di atasnya berdiri masjid, musala, gereja, sekolah, perguruan tinggi, hingga lembaga sosial dan badan wakaf,” ujar Gubernur Khofifah dalam sambutannya.

Dari total sertipikat yang diserahkan, sebanyak 2.484 bidang merupakan tanah wakaf. Sisanya terdiri atas sertipikat rumah ibadah lintas agama, yakni 24 gereja, 18 pura, dan tiga vihara. Selain itu, turut diserahkan sertipikat hak pakai atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebanyak 69 bidang serta 747 sertipikat hak pakai milik pemerintah kabupaten dan kota.

Khofifah menegaskan, sertipikasi tanah wakaf merupakan investasi jangka panjang bagi umat. Tanpa dasar hukum yang kuat, aset keagamaan rawan disengketakan, dialihfungsikan, bahkan berpotensi hilang. Kondisi inilah yang selama bertahun-tahun memicu konflik agraria, termasuk pada lahan tempat ibadah.

“Dengan sertipikat, masa depan aset umat terlindungi. Masjid, gereja, pesantren, madrasah, dan fasilitas keagamaan lainnya dapat terus menjadi pusat aktivitas spiritual, sosial, dan kultural masyarakat tanpa rasa waswas,” katanya.

Hingga 2025, Jawa Timur mencatat penerbitan 15.321 sertipikat baru untuk tanah wakaf dan tempat ibadah. Angka ini menunjukkan percepatan signifikan, namun Khofifah menilai upaya tersebut masih harus diperkuat, terutama di daerah yang capaian sertipikasinya belum optimal.

Ia secara khusus meminta bupati dan wali kota agar menjadi motor penggerak percepatan sertipikasi, terutama bagi wilayah yang belum mencapai angka 70 persen. Menurutnya, peran kepala daerah sangat menentukan dalam mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, kantor pertanahan, dan lembaga keagamaan.

“Bupati dan wali kota bisa menggerakkan proses sertifikasi, mulai dari PTSL hingga percepatan khusus bagi tanah wakaf yang masih tertinggal. Target kita jelas, sertipikasi tanah wakaf di Jawa Timur harus 100 persen,” tegasnya.

Di sisi lain, Khofifah juga mengapresiasi daerah yang telah melampaui capaian 70 persen. Ia menilai keberhasilan tersebut berdampak langsung pada rasa aman dan ketenangan masyarakat dalam menjalankan ibadah dan aktivitas sosial.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur ini turut menekankan pentingnya tata kelola wakaf yang profesional. Ia menyampaikan tiga pesan utama, yakni menjaga amanah tanah wakaf secara transparan dan akuntabel, memanfaatkan sertipikat sebagai fondasi pengembangan fasilitas keagamaan, serta memperkuat peran nadzir agar manfaat wakaf semakin luas.

“Dengan kepastian hukum, pembangunan ruang ibadah, sekolah keagamaan, panti sosial, dan fasilitas publik lainnya bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga memerintahkan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur untuk mengonsolidasikan sertipikasi gedung-gedung Kantor Urusan Agama (KUA) agar seluruh aset negara di sektor layanan keagamaan memiliki legalitas yang jelas.

Sementara itu, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid mengingatkan masyarakat Jawa Timur yang memiliki sertipikat tanah terbitan tahun 1961 hingga 1997 untuk segera melakukan pemutakhiran data. Menurutnya, sertipikat yang terbit pada periode tersebut banyak yang belum terdaftar dan terpetakan secara digital di sistem BPN.

“Saya minta ini diumumkan sampai ke RT, RW, dan jamaah masjid. Sertipikat tahun 1961 sampai 1997 tolong dimutakhirkan ke kantor ATR/BPN supaya statusnya aman secara hukum,” kata Nusron.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru