Gubernur Khofifah dan DPRD Jatim Sepakati Raperda P-APBD 2025, Fokus Pendidikan hingga Pengentasan Kemiskinan

- Redaksi

Selasa, 9 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama pimpinan DPRD Jatim menandatangani persetujuan Raperda tentang Perubahan APBD 2025 dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Senin (8/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama pimpinan DPRD Jatim menandatangani persetujuan Raperda tentang Perubahan APBD 2025 dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Senin (8/9/2025). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama DPRD Jatim resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2025. Persetujuan itu ditandai dengan penandatanganan bersama dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Jatim, Surabaya, Senin (8/9).

Dalam dokumen P-APBD 2025, pendapatan daerah ditetapkan meningkat dari Rp28,44 triliun menjadi Rp28,59 triliun. Kenaikan tersebut didorong oleh optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) serta penyesuaian transfer dari pemerintah pusat. Di sisi lain, belanja daerah naik cukup signifikan, dari Rp30,22 triliun menjadi Rp32,99 triliun.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan tambahan belanja akan diarahkan pada sektor prioritas yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Fokus utamanya mencakup peningkatan kualitas layanan pendidikan dan kesehatan, pengentasan kemiskinan, hingga pembangunan infrastruktur.

“Penambahan alokasi belanja ini kami arahkan pada sektor-sektor yang memberi dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, termasuk layanan pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi kerakyatan,” ujar Khofifah.

Ia merinci, alokasi pendidikan dalam P-APBD 2025 mencapai 32,8 persen, sementara sektor kesehatan memperoleh porsi 22,46 persen. “Kalau ditotal, sudah 55,26 persen untuk pelayanan dasar masyarakat,” tambahnya.

Khofifah menilai program pengentasan kemiskinan kian tepat sasaran karena berbasis data terpadu kesejahteraan sosial (DTSEN) yang menyasar kelompok masyarakat terbawah. Selain itu, Pemprov Jatim juga memberi perhatian pada sektor pertanian.

Menurutnya, luas tambah tanam (LTT) di Jatim tercatat 1,485 juta hektare—tertinggi di Indonesia. Kondisi ini menjadikan produksi gabah Jawa Timur juga tertinggi nasional, yakni 11,316 juta ton. “Sejak 2020, produksi padi Jatim tertinggi dibanding provinsi lain. Hal ini bahkan sudah kami laporkan langsung kepada Presiden Prabowo,” jelasnya.

Berdasarkan laporan realisasi anggaran (LRA) per 5 September yang dirilis Kementerian Dalam Negeri, Jawa Timur mencatat capaian 57,10 persen. Angka ini berada di atas rata-rata nasional 46,36 persen dan menempatkan Jatim di posisi kedua tertinggi setelah Gorontalo.

Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas kerja sama DPRD Jatim dalam pembahasan Raperda. “Terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD Jatim yang telah bekerja sama dengan baik. Semoga keputusan ini membawa manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Jawa Timur,” ucapnya.

Lebih jauh, P-APBD 2025 juga menitikberatkan pada pembangunan karakter masyarakat, pemberdayaan desa, tata kelola pemerintahan yang bersih, serta keberlanjutan lingkungan. “Kami ingin memastikan pembangunan Jawa Timur berlangsung inklusif dan berkelanjutan,” tegas Khofifah.

Sebagai catatan, Raperda yang telah disepakati bersama ini masih akan dievaluasi Kementerian Dalam Negeri sebelum ditetapkan menjadi Peraturan Daerah. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan kesesuaian dengan aturan dan kebijakan fiskal nasional.

Menutup rapat paripurna, Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu menekankan bahwa dokumen anggaran bukan sekadar hitungan keuangan. “P-APBD 2025 ini bukan sekadar angka-angka, melainkan amanah untuk memperkuat kualitas hidup masyarakat. Kami berkomitmen agar setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar menghadirkan manfaat nyata bagi rakyat Jatim,” pungkas Khofifah.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik
Bupati Lamongan Lantik 34 Pejabat, Dorong Percepatan Layanan Publik dan Birokrasi Efektif
1.239 Jemaah Haji Sidoarjo Berangkat, Wabup Tekankan Kesehatan
Sidoarjo Genjot Senam Jantung Sehat, 140 Instruktur Disiapkan Tekan Risiko
Medsos Dibatasi Usia 16 Tahun, NTB Dukung Perlindungan Anak Digital
Gebrak Rutilahu Diluncurkan, Wali Kota Lubuk Linggau Kejar Perbaikan 255 Rumah
DPRD Musi Rawas Gaspol 4 Raperda Krusial Dibahas, Dari Tata Ruang hingga Ketertiban Daerah
Banjir Sidoarjo Tak Kunjung Usai, Pemkab Gandeng BNPB Gaspol Rp209 M

Berita Terkait

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:18 WIB

Bupati Lamongan Tancap Gas Reformasi Birokrasi, 34 Pejabat Resmi Dilantik

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:12 WIB

Bupati Lamongan Lantik 34 Pejabat, Dorong Percepatan Layanan Publik dan Birokrasi Efektif

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:44 WIB

1.239 Jemaah Haji Sidoarjo Berangkat, Wabup Tekankan Kesehatan

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:37 WIB

Sidoarjo Genjot Senam Jantung Sehat, 140 Instruktur Disiapkan Tekan Risiko

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:11 WIB

Gebrak Rutilahu Diluncurkan, Wali Kota Lubuk Linggau Kejar Perbaikan 255 Rumah

Berita Terbaru

Wabup Sidoarjo Mimik Idayana melepas jemaah haji di Sidoarjo, Selasa (5/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Pemerintahan

1.239 Jemaah Haji Sidoarjo Berangkat, Wabup Tekankan Kesehatan

Selasa, 5 Mei 2026 - 19:44 WIB