Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Gresik, Tekan Inflasi dan Jaga Daya Beli Warga Awal Tahun 2026

Kamis, 15 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan pasar murah di Balai Desa Banjarsari, Gresik. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan pasar murah di Balai Desa Banjarsari, Gresik. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

GRESIK, RadarBangsa.co.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah dengan menggelar pasar murah di tingkat desa. Terbaru, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginisiasi pasar murah di Balai Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Rabu (14/1/2026), sebagai upaya menjaga stabilitas harga serta daya beli masyarakat pada awal tahun 2026.

Gubernur Jawa Timur Khofifah menegaskan, pasar murah merupakan instrumen intervensi langsung pemerintah untuk merespons fluktuasi harga pangan yang lazim terjadi pada awal tahun. Melalui mekanisme ini, masyarakat dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar, tanpa mengganggu keseimbangan pasokan.

“Pasar murah ini adalah bagian dari strategi berkelanjutan Pemprov Jawa Timur untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, khususnya di tengah dinamika harga pangan,” ujar Khofifah saat meninjau kegiatan.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas pangan strategis disediakan dengan harga subsidi. Beras premium dijual Rp14.000 per kilogram, beras medium SPHP Rp11.000 per kilogram, Minyakita Rp13.000 per liter, gula pasir Rp14.000 per kilogram, serta telur ayam ras Rp22.000 per paket.

Selain itu, tersedia tepung terigu seharga Rp10.000 per kilogram, bawang putih sinco Rp6.000 per 250 gram, dan bawang merah Rp7.000 per 250 gram. Seluruh komoditas disiapkan dengan stok memadai dan dapat dibeli langsung oleh warga sekitar.

Khofifah menjelaskan, secara umum ketersediaan pangan di Jawa Timur berada dalam kondisi aman. Namun, pemerintah menilai keterjangkauan harga tetap menjadi tantangan yang perlu diantisipasi agar tidak menekan konsumsi rumah tangga.

“Stok pangan kita aman. Yang harus terus dijaga adalah keterjangkauan harga. Karena itu, intervensi pasar seperti ini akan terus kami lakukan di berbagai daerah,” kata Khofifah.

Di Kabupaten Gresik, pasar murah telah dilaksanakan sebanyak sembilan kali, terdiri dari delapan kali pada 2025 dan satu kali pada awal 2026. Frekuensi tersebut mencerminkan konsistensi kebijakan Pemprov Jatim bersama pemerintah kabupaten dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal.

Pelaksanaan pasar murah melibatkan sinergi antara Pemprov Jawa Timur, Perum Bulog, serta pelaku industri kecil dan menengah (IKM) setempat. Menurut Khofifah, peran Pemprov bersifat melengkapi upaya pemerintah kabupaten dan kota dalam menjaga keseimbangan harga dan pasokan.

“Ke depan, pasar murah akan terus digelar secara berkelanjutan di berbagai kabupaten dan kota sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Antusiasme warga Desa Banjarsari terlihat tinggi. Santi, salah satu warga, mengaku terbantu dengan harga kebutuhan pokok yang lebih murah dibandingkan harga pasar.

“Alhamdulillah, harganya jauh lebih murah. Beras dan minyak sangat membantu kebutuhan sehari-hari,” kata Santi.

Warga lainnya, Suparno, berharap kegiatan serupa dapat digelar secara rutin. “Barangnya lengkap, tertib, dan harganya terjangkau. Ini sangat membantu masyarakat kecil,” ujarnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
Panen Padi MT II Capai 11,3 Ton per Hektare, Petani Truni Lamongan Siap Percepat MT III
Harga Tembakau Lamongan Tembus Rp52 Ribu per Kilogram, Petani Dapat Kabar Baik
Workshop Nasional MATRIX RSUD H. Moh Ruslan Mataram Uji Kesiapsiagaan Bencana Lewat Simulasi Lapangan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Rabu, 16 September 2026 - 09:32

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya

Rabu, 16 September 2026 - 09:27

Menaker Ungkap Cara Adopsi AI Bisa Dongkrak Produktivitas hingga 40 Persen

Rabu, 16 September 2026 - 09:03

Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi

Berita Terbaru