SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melantik 65 kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (3/6). Pelantikan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan di tengah tantangan menyiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi dan Indonesia Emas 2045.
Di balik pelantikan tersebut, tersimpan tanggung jawab besar. Para kepala sekolah dituntut tidak hanya mampu meningkatkan prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter peserta didik agar menjadi generasi yang cerdas sekaligus berintegritas.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan di Jawa Timur selama ini bukanlah hasil yang datang secara instan. Berbagai capaian yang diraih merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi seluruh elemen pendidikan, mulai dari guru, kepala sekolah, tenaga kependidikan, orang tua, hingga pemerintah daerah.
Menurut Khofifah, salah satu indikator keberhasilan tersebut terlihat dari capaian Jawa Timur yang selama tujuh tahun berturut-turut menjadi provinsi dengan jumlah siswa terbanyak yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur seleksi nasional.
Pada tahun 2026, sebanyak 29.046 siswa Jawa Timur diterima melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Sementara melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), jumlah siswa yang lolos mencapai 24.213 orang.
“Bukan instan, melainkan hasil kerja keras dan dedikasi para guru, kepala sekolah, orang tua, serta seluruh pemangku kepentingan. Untuk itu, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh insan pendidikan Jawa Timur,” kata Khofifah.
Ia mencontohkan sejumlah upaya yang dinilai berhasil mendorong peningkatan kualitas pendidikan di berbagai daerah. Salah satunya ditunjukkan oleh SMK Puri Mojokerto dan SMA Cerme Gresik.
Selain itu, pemerataan pendidikan di Madura melalui program Mama Mau Naik Kelas juga disebut memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan prestasi siswa.
“Kerja keras yang luar biasa ini ditunjukkan SMK Puri Mojokerto kemudian SMA Cerme Gresik termasuk di pemerataan pendidikan di Madura melalui program Mama Mau Naik Kelas. Hasilnya sangat signifikan meningkatkan prestasi siswa baik SNBP kemarin dan SNBT yang baru diumumkan artinya setiap kerja keras tidak akan mengkhianati hasil,” jelasnya.
Capaian tersebut membuat Jawa Timur terus menjadi salah satu barometer pendidikan nasional, baik dalam bidang akademik, pendidikan vokasi, penguatan karakter maupun pengembangan talenta peserta didik.
Namun bagi Khofifah, posisi sebagai rujukan pendidikan nasional bukan sekadar prestasi yang patut dibanggakan. Status tersebut juga membawa tanggung jawab besar untuk terus menjaga kualitas pendidikan yang merata dan berkeadilan.
Karena itu, pelantikan 65 kepala sekolah dinilai memiliki arti strategis. Mereka akan menjadi ujung tombak pelaksanaan kebijakan pendidikan yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan siswa dan masyarakat.
“Kepala sekolah SMA/SMK merupakan ujung tombak yang menerjemahkan kebijakan pendidikan sekaligus layanan pendidikan sehingga dampaknya dirasakan peserta didik dan masyarakat,” ungkapnya.
Khofifah menilai tugas kepala sekolah saat ini tidak lagi sebatas menjalankan fungsi administratif. Mereka dituntut menjadi pemimpin perubahan yang mampu membangun budaya belajar, memperkuat karakter, sekaligus mencetak generasi unggul yang akan memimpin bangsa di masa depan.
Menurutnya, tantangan pendidikan ke depan tidak hanya berkaitan dengan prestasi akademik. Dunia pendidikan juga memiliki tanggung jawab membentuk peserta didik yang memiliki integritas dan nilai moral yang kuat.
Pesan itu disampaikan Khofifah setelah para kepala sekolah membacakan pakta integritas yang dipimpin Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
“Inilah sebuah ekosistem pembelajaran yang tidak hanya menyiapkan anak pintar dengan sederet prestasi, tetapi ya pintar, ya benar dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Yang tentunya kita harapkan ilmunya manfaat barokah supaya menjadi amal jariyah kita semua,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menyiapkan generasi muda menghadapi bonus demografi yang diperkirakan berlangsung hingga tahun 2035. Momentum tersebut dinilai menjadi peluang sekaligus tantangan yang harus dijawab melalui pendidikan berkualitas.
Khofifah berharap para siswa yang saat ini belajar di SMA, SMK, dan SLB Jawa Timur nantinya mampu mengisi berbagai posisi strategis ketika Indonesia memasuki usia 100 tahun kemerdekaan pada 2045.
“Ketika Indonesia Emas 2045 terwujud, semoga kita diberikan kesehatan dan panjang umur semua sehingga bisa menyaksikan hasil kerja keras panjenengan bahwa mereka sudah berada di pos-pos strategi negeri ini adalah putra-putri siswa-siswi murid-murid di unit pendidikan di Jawa Timur,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menjelaskan bahwa dari total 65 kepala sekolah yang dilantik, sebanyak 30 orang merupakan promosi dari guru menjadi kepala sekolah. Sedangkan 35 lainnya merupakan hasil mutasi dan rotasi.
Menurut Aries, seluruh kepala sekolah yang dilantik telah melalui proses seleksi, evaluasi, serta pendidikan calon kepala sekolah sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami berharap mereka bekerja dengan baik sesuai pakta integritas yang sudah dibacakan bersama karena tidak hanya menjadi figur kepala sekolah tetapi menjadi teladan untuk meningkatkan mutu kualitas pendidikan di sekolah yang mereka pimpin sehingga kepala sekolah semakin menunjukkan kualitas mutu dan kuantitas pelaksanaan kegiatan akan linier dengan harapan murid dan guru di satuan pendidikan,” jelas Aries.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga menyematkan PIN Jatim Cerdas serta menyerahkan piagam penghargaan kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto atas capaian jumlah terbanyak murid yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SNBT Tahun 2026.
Pelantikan puluhan kepala sekolah ini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan kualitas pendidikan Jawa Timur.
“Di tengah persaingan global dan tantangan bonus demografi, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari banyaknya prestasi, tetapi juga dari kemampuan melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap memimpin masa depan bangsa, “pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar