Gubernur NTB Pimpin Rakor Penanganan Banjir di Kota Mataram

Selasa, 8 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Banjir di Kota Mataram, Senin (7/7). |Dok Foto Ho/RadarBangsa

Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Banjir di Kota Mataram, Senin (7/7). |Dok Foto Ho/RadarBangsa

MATARAM, RadarBangsa.co.id – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. Lalu Muhamad Iqbal, memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Banjir di Kota Mataram yang digelar pada Senin (7/7). Rakor ini dihadiri oleh Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP., Wali Kota Mataram Dr. Mohan Roliskana, Plh Sekda NTB Lalu Muhammad Faozal, serta sejumlah pimpinan instansi vertikal, kepala perangkat daerah lingkup Pemprov NTB dan Pemkot Mataram.

Dalam arahannya, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa penanganan banjir di Kota Mataram merupakan tanggung jawab bersama, tidak semata menjadi beban Pemerintah Kota. Pemerintah Provinsi NTB, kata dia, siap memberikan dukungan penuh dalam mengatasi dampak bencana tersebut.

“Ini bukan bencana yang hanya dihadapi Kota Mataram, tapi bencana yang kita hadapi bersama. Ini beban moral kita semua,” tegas Gubernur.

Sebagai bentuk respons tanggap darurat, Gubernur menetapkan hari libur bagi aparatur pemerintah yang terdampak banjir, baik di Kota Mataram maupun di lingkup Pemerintah Provinsi NTB. Ia juga menginstruksikan agar seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di bawah koordinasi Asisten I turun langsung membantu OPD yang terdampak sebagai bentuk solidaritas lintas lembaga.

“Kita tetapkan besok sebagai hari libur. Tapi libur ini bukan berarti tidak bekerja, melainkan tidak ngantor. Saya minta seluruh OPD di bawah Asisten I besok dikerahkan untuk membantu OPD-OPD yang terdampak,” tegasnya.

Gubernur juga menekankan pentingnya penanganan jangka pendek yang difokuskan pada evakuasi warga, distribusi bantuan kebutuhan pokok, dan layanan medis. Ia menyebut Kota Mataram sebagai wajah Provinsi NTB yang harus ditangani secara cepat dan menyeluruh.

“Jangan sampai kita tidak siap lagi. Kita pastikan sungai-sungai dan saluran air dibenahi terlebih dahulu. Kalau pun banjir kembali terjadi Naudzubillahiminzalik setidaknya kita sudah siap menghadapinya,” pungkasnya.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Rabu, 16 September 2026 - 18:03

Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Berita Terbaru