Pesantren Beji BanyuTengah Gresik Dorong Kemandirian Pangan Santri

Selasa, 8 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Santri Pesantren Beji BanyuTengah saat mengikuti kegiatan pertanian mandiri di lingkungan pesantren.| Dok Foto Ho/RadarBangsa

Santri Pesantren Beji BanyuTengah saat mengikuti kegiatan pertanian mandiri di lingkungan pesantren.| Dok Foto Ho/RadarBangsa

GRESIK, RadarBangsa.co.id – Pesantren Beji BanyuTengah (PBB) yang berlokasi di Desa BanyuTengah, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, terus menunjukkan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya fokus pada aspek keagamaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kemandirian kepada para santri. Salah satu bidang yang menjadi perhatian utama adalah ketahanan dan kemandirian pangan.

Pengasuh Pesantren Beji, KH. Nursalim, menjelaskan bahwa pendidikan di pesantrennya dirancang untuk mencetak generasi yang seimbang antara spiritualitas dan keterampilan hidup.

“Santri harus siap terjun ke masyarakat. Mereka tidak hanya dituntut paham ilmu agama, tetapi juga harus bisa hidup mandiri dan memberi manfaat secara nyata,” ujarnya.

Ketua LPPNU Gresik, Jarodin, menambahkan bahwa dunia pesantren bisa menjadi solusi atas krisis regenerasi di sektor pertanian. Menurutnya, para santri dapat menjadi penggerak pertanian melalui bimbingan para kiai dan tenaga ahli yang ada di pesantren.

“Pesantren bisa membuka ruang belajar di bidang pertanian dengan memanfaatkan lahan kosong milik pesantren,” ungkap Jarodin.

Sementara itu, tokoh NU wilayah Gresik Utara yang juga mantan Ketua PC GP Ansor Gresik, KH. Isnanto, menekankan pentingnya pesantren memiliki lumbung pangan mandiri.

“Lumbung pangan pesantren dari hasil bertani secara mandiri akan menjaga ketersediaan logistik. Dengan demikian, ketahanan pangan pesantren juga ikut terjaga,” katanya.

Program kemandirian ini sejalan dengan semangat Nahdlatul Ulama (NU) dalam memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis komunitas pesantren. Pesantren Beji BanyuTengah kini menjadi rujukan bagi sejumlah pesantren lain di kawasan Gresik Utara dalam mengembangkan konsep pesantren produktif.

Dengan pola pendidikan integratif, Pesantren Beji BanyuTengah membuktikan bahwa pesantren bukan hanya pusat pembelajaran agama, tetapi juga menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya kader-kader tangguh di berbagai bidang, khususnya pertanian dan kemandirian ekonomi.

Penulis : Agus/Rouf

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan
Pelatihan Pelinting Rokok di Bangkalan, 30 Warga Burneh Ikuti Pembekalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru