Gus Fawait Tancap Gas Oplah, Jember Dibidik Jadi Lumbung Pangan

Selasa, 7 April 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember Gus Fawait saat kunjungan kerja sektor pertanian, Selasa (7/4/2026) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Jember Gus Fawait saat kunjungan kerja sektor pertanian, Selasa (7/4/2026) (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan kebangkitan sektor pertanian sebagai lumbung pangan nasional melalui peningkatan anggaran dan program strategis. Komitmen ini ditegaskan Bupati Muhammad Fawait saat kunjungan kerja di Kecamatan Mumbulsari, Selasa (7/4/2026).

Langkah tersebut menjadi sinyal kuat keberpihakan pemerintah daerah terhadap petani di tengah tantangan produksi dan distribusi pangan yang kian kompleks.

Dalam kunjungannya, Gus Fawait menekankan bahwa anggaran sektor pertanian tahun 2025 menjadi yang terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Jember. Peningkatan ini didukung sinergi antara APBD dan APBN pemerintah pusat.

Program utama yang didorong adalah Optimalisasi Lahan (Oplah) dengan target peningkatan luas dari sekitar 5.000 hektare menjadi 8.000 hektare. Program ini difokuskan untuk meningkatkan indeks pertanaman, sehingga petani dapat panen dua hingga tiga kali dalam setahun.

Selain itu, pemerintah juga mengakselerasi pengadaan pompa air untuk lahan tadah hujan, alat mesin pertanian (alsintan), serta pembangunan jalan usaha tani guna mendukung distribusi hasil panen.

“Ini adalah bentuk konkret keberpihakan kita kepada petani, bukan sekadar teori, tetapi melalui program nyata,” ujar Gus Fawait di hadapan kelompok tani dan pelaku usaha setempat.

Ia juga menegaskan pentingnya kemandirian petani dalam penyediaan pupuk, termasuk melalui produksi pupuk organik.

Langkah ini dinilai strategis dalam menghadapi ancaman ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan optimalisasi lahan dan modernisasi alat, produktivitas diharapkan meningkat signifikan.

Di sisi lain, pengawasan distribusi pupuk subsidi akan diperketat agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan gejolak di tingkat petani.

Gus Fawait menegaskan keberhasilan program ini membutuhkan keterlibatan semua pihak. “Jika Oplah dan infrastruktur berjalan optimal, Jember akan kembali on track menjadi lumbung pangan nasional,” pungkasnya.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani
DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi
Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah
Paripurna, Fraksi Golkar DPRD Ngawi Soroti Defisit RAPBD 2027, Usulkan Stadion Baru Berkapasitas 40.000 Penonton
HKG PKK ke-54, Luthfiana Lukman Hakim Perkuat Peran Keluarga di Bangkalan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:38

Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 23:36

PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:47

PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:31

DPRD Kabupaten Pasuruan Bahas Perubahan Perda Pajak dan Retribusi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:22

Gus Iqdam di Pasuruan: Serukan Ilmu, Akhlak, dan Sedekah

Berita Terbaru