Hadapi Arus Digital Global, Senator DPD RI Lia Istifhama Tekankan Urgensi EduTechno dalam Dunia Pendidikan

Jumat, 1 Agustus 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Senator DPD RI Dr. Lia Istifhama menekankan pentingnya EduTechno sebagai kunci transformasi pendidikan nasional. Di tengah arus digital global, pendidikan harus menjadi penggerak inovasi, bukan sekadar penyerapan informasi. (Foto Dok Ho/RadarBangsa)

Senator DPD RI Dr. Lia Istifhama menekankan pentingnya EduTechno sebagai kunci transformasi pendidikan nasional. Di tengah arus digital global, pendidikan harus menjadi penggerak inovasi, bukan sekadar penyerapan informasi. (Foto Dok Ho/RadarBangsa)

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Perkembangan teknologi digital yang kian masif menjadi perhatian serius Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, MEI. Sosok yang dikenal dengan tagline Cantik, Cerdas, Inovatif, dan Kreatif ini menilai bahwa sektor pendidikan harus segera bertransformasi melalui pendekatan berbasis teknologi atau yang ia sebut sebagai EduTechno.

Dalam wawancara bersama media, Jumat (1/8/2025), perempuan yang akrab disapa Ning Lia itu menyampaikan kekhawatirannya atas ketimpangan global antara negara produsen dan konsumen teknologi. Ia menyoroti bagaimana negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, tetap mampu mendominasi perekonomian dunia meskipun menerapkan kebijakan ekonomi yang ketat, termasuk tarif ekspor hingga 15 persen.

“Amerika tetap unggul karena mereka punya fondasi kuat di sektor pendidikan teknologi. Ini jadi pelajaran penting bagi kita bahwa kunci kemandirian suatu bangsa adalah pada kualitas SDM dan pendidikan berbasis teknologi,” tegas Ning Lia.

Menurutnya, Indonesia tidak boleh hanya menjadi konsumen di era digital ini. Diperlukan lompatan kebijakan dan program pendidikan agar generasi muda mampu menjadi pelaku dan pencipta teknologi.

“EduTechno bukan sekadar istilah ilmiah. Ini tentang bagaimana teknologi hadir dalam proses belajar yang kontekstual dan mendalam, seperti konsep deep learning yang selama ini digaungkan oleh Kemendikbudristek,” jelasnya.

Ning Lia juga mengingatkan bahwa teknologi dalam dunia pendidikan seharusnya tidak semata digunakan sebagai alat bantu pembelajaran, tetapi harus diarahkan untuk membentuk karakter generasi yang inovatif dan mandiri.

“Teknologi bukan hanya alat hiburan. Memang, hiburan juga dibutuhkan dalam teori kebutuhan dasar Maslow, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mengarahkan teknologi untuk memacu kreativitas dan produktivitas,” ujarnya.

Dalam pandangannya, EduTechno harus menjadi bagian dari strategi besar pembangunan SDM. Dunia pendidikan harus berperan aktif sebagai pemicu lahirnya gagasan-gagasan baru dan solusi kreatif.

“Kita butuh ekosistem pendidikan yang mampu mendorong generasi muda untuk menjadi inventor, bukan sekadar penonton. Mereka harus akrab dengan teknologi, memanfaatkan informasi terbuka, dan menciptakan sesuatu yang bernilai,” imbuhnya.

Ning Lia juga menyoroti pentingnya pengakuan dan dukungan terhadap talenta muda di bidang teknologi. Menurut dia, banyak potensi besar dari anak-anak muda Indonesia yang belum mendapatkan ruang dan dukungan optimal.

“Kita harus memberikan apresiasi nyata terhadap karya anak bangsa, baik dalam bentuk beasiswa, inkubasi inovasi, maupun ruang kompetisi yang relevan dengan dunia mereka. Kalau tidak, mereka akan mudah dilirik oleh negara lain,” katanya.

Ia bahkan menyebut sosok Mira Murati, teknolog perempuan di balik ChatGPT, sebagai contoh nyata bagaimana SDM unggul bisa menciptakan dampak global.

“Inilah urgensi EduTechno. Bukan sekadar tren, tapi kebutuhan strategis agar Indonesia mampu bersaing di tengah derasnya arus digitalisasi global,” tandas Ning Lia.

Melalui gagasan EduTechno, Ning Lia berharap dunia pendidikan di Indonesia tak hanya adaptif terhadap teknologi, tetapi juga menjadi motor perubahan yang progresif dalam menghadapi tantangan zaman.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu
Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September
Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur 2027, Ini Aturan Kerja dan Cuti Bersamanya
Khofifah Percepat BSPS di Jatim, 12.371 Rumah Sudah Masuk Tahap Konstruksi
RSUD H. Moh. Ruslan Mataram Siapkan One Stop Service Pemeriksaan Calon Jemaah Haji 2027

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 17:58

95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh

Rabu, 16 September 2026 - 13:08

Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Rabu, 16 September 2026 - 09:43

Kemnaker Seleksi Peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II, Mulai Magang 21 September

Rabu, 16 September 2026 - 09:38

Kemnaker-Baznas Perluas Akses Kerja Inklusif, Disabilitas hingga Magang ke Jepang

Berita Terbaru