Hadapi Perkembangan Teknologi, Wamenaker Tekankan Peningkatan Kompetensi Teknisi Ponsel

Minggu, 27 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Afriansyah Noor saat menghadiri Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026 di Jakarta, Sabtu (26/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Afriansyah Noor saat menghadiri Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026 di Jakarta, Sabtu (26/9/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

JAKARTA, RadarBangsa.co.id — Perkembangan teknologi membuat profesi teknisi ponsel membutuhkan keterampilan yang semakin spesifik, presisi, dan terukur. Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya peningkatan kompetensi agar teknisi mampu memenuhi kebutuhan dunia kerja.

Afriansyah mengatakan profesi teknisi ponsel kini berkembang lebih luas dan tidak lagi hanya berkutat pada pekerjaan reparasi. Kemampuan seperti micro-soldering, ketelitian, dan kecakapan tangan perlu diimbangi dengan kemampuan memecahkan masalah atau problem solving serta kedisiplinan.

“Standar kompetensi teknisi ponsel perlu terus dikembangkan. Perubahan tersebut dapat dilihat dari pergeseran kebutuhan keterampilan, yang sebelumnya lebih berfokus pada perbaikan dasar dan pengetahuan umum menjadi kemampuan teknis yang lebih spesifik, presisi, dan terukur,” ujar Afriansyah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Circuit Global Championship (CGC) Indonesia 2026: Mobile Phone Repair Exhibition & Competition yang digelar Asosiasi Teknisi Ponsel Indonesia (TESPOIN) di Jakarta, Sabtu (26/9/2026).

Ajang tersebut turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Syamsi Hari, Ketua Dewan Pembina TESPOIN Indonesia Didi Rosadi, dan Ketua Umum TESPOIN Indonesia Doli Halomoan Harahap.

Kegiatan itu mempertemukan pelaku industri, teknisi, komunitas, dan pemangku kepentingan untuk mendorong pengembangan profesi teknisi ponsel.

Menurut Afriansyah, peningkatan kompetensi perlu diikuti sertifikasi sebagai bentuk pengakuan terhadap keahlian. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung terwujudnya profesi teknisi ponsel yang terstandar serta memenuhi kebutuhan masyarakat dan industri.

“Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah memiliki peran melalui kebijakan dan pelatihan, sedangkan industri berperan sebagai penyerap tenaga kerja sekaligus pihak yang memahami standar kerja yang dibutuhkan,” kata Afriansyah.

Ia menambahkan, peningkatan kemampuan teknisi tidak berhenti pada pendidikan, pelatihan, maupun kompetisi. Proses tersebut perlu berlangsung sepanjang hayat karena teknologi dan kebutuhan dunia kerja terus mengalami perubahan.

“Siklus tersebut dapat dimulai melalui kompetisi untuk mengetahui posisi dan mengevaluasi kekurangan, kemudian dilanjutkan dengan peningkatan kompetensi untuk menghasilkan keterampilan yang lebih presisi dan tersertifikasi,” tutur Afriansyah.

Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyambut baik kolaborasi antara Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, BNSP, dan TESPOIN dalam CGC Indonesia 2026.

Ia menilai profesi teknisi telepon seluler berkembang pesat sehingga perlu diikuti peningkatan kualitas dan pengakuan keahlian.

“Dengan adanya teknisi telepon seluler bersertifikasi menjadi suatu peluang yang baik, dan saya berharap ekosistem teknisi telepon seluler dapat terus berkembang,” ucapnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

HUT ke-22 DPD RI, Ning Lia Tekankan Pentingnya Mengawal Aspirasi Daerah ke Tingkat Nasional
Pangdam IV Diponegoro Kobarkan Semangat Kesaktian Pancasila
Khofifah Imbau Warga Jatim Kibarkan Merah Putih Setengah Tiang 30 September, Penuh pada 1 Oktober
Titiek Soeharto Dorong Swasembada Susu, Genom Sapi Grati Jadi Andalan Pasuruan
Pekan Raya Pasuruan 2026 Ditutup, Lebih dari 35 Ribu Penonton Padati Taman Chandra Wilwatikta
Gubernur Khofifah Sapa Rahmat Erwin dan Luluk Diana, Apresiasi Medali Asian Games 2026
Kompetensi Teknisi Ponsel Didorong Sesuai Kebutuhan Industri, Inaskill 2026 Buka Kategori Baru
Lamongan Raih Dua Penghargaan FESyar Jatim 2026, Ada Zona Kuliner Halal dan Pariwisata Ramah Muslim

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:43

HUT ke-22 DPD RI, Ning Lia Tekankan Pentingnya Mengawal Aspirasi Daerah ke Tingkat Nasional

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:10

Pangdam IV Diponegoro Kobarkan Semangat Kesaktian Pancasila

Selasa, 29 September 2026 - 18:39

Khofifah Imbau Warga Jatim Kibarkan Merah Putih Setengah Tiang 30 September, Penuh pada 1 Oktober

Senin, 28 September 2026 - 20:29

Titiek Soeharto Dorong Swasembada Susu, Genom Sapi Grati Jadi Andalan Pasuruan

Senin, 28 September 2026 - 18:51

Pekan Raya Pasuruan 2026 Ditutup, Lebih dari 35 Ribu Penonton Padati Taman Chandra Wilwatikta

Berita Terbaru