Halal Bihalal Trah Kerto Tinoyo di Klaten, 200 Keluarga Bersatu, Pesan ‘Sedulur Ojo Nganti Luntur’ Menguat

Senin, 23 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Keluarga besar Trah Kerto Tinoyo saat halal bihalal di Klaten, Minggu (22/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Keluarga besar Trah Kerto Tinoyo saat halal bihalal di Klaten, Minggu (22/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

KLATEN, RadarBangsa.co.id – Halal Bihalal Trah Kerto Tinoyo berlangsung hangat dan penuh keharuan di kediaman Wahyudi, Mondokan, Klaten, Minggu (22/3/2026). Sekitar 200 anggota keluarga dari berbagai daerah hadir dalam momentum Lebaran tersebut.

Kegiatan ini menjadi ajang temu lintas generasi yang mempertemukan dua garis keluarga besar, yakni Bani Marno Suwarto Tawar dan Bani Wiryo Sumarto. Suasana kekeluargaan terasa kental sejak awal hingga akhir acara.

Rangkaian acara diawali dengan pemaparan silsilah keluarga oleh Catur Budi Santoso. Ia menjelaskan asal-usul keturunan yang berakar dari Mbah Kerto Tinoyo melalui garis Ibu Harjo Wiji, kemudian diteruskan oleh Mbah Wiryo Sumarto dan Bapak Tawar Marno Suwarto.

“Mbah Wiryo Sumarto memiliki 10 anak, sedangkan Mbah Tawar Marno Suwarto memiliki 7 anak. Adapun Mbokde Harjo Wiji tidak memiliki keturunan,” ujar Catur.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan di tengah kesibukan masing-masing. “Pertemuan ini merupakan anugerah yang patut disyukuri. Semoga silaturahmi keluarga semakin erat dan membawa keberkahan,” imbuhnya.

Perwakilan keluarga lainnya, Bagus dari Bani Wiryo Sumarto, turut menyampaikan rasa haru atas terselenggaranya acara tersebut. “Kami sangat bahagia bisa berkumpul kembali. Momen Lebaran seperti ini menjadi pengingat bahwa keluarga adalah tempat kembali,” ucapnya.

Momen paling emosional terjadi saat seluruh anggota keluarga saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Tangis haru pecah, menandai kuatnya ikatan batin yang tetap terjaga meski terpisah jarak dan waktu.

Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan hiburan sederhana. Kebersamaan yang terbangun menjadi simbol kuatnya nilai persaudaraan dalam keluarga besar Trah Kerto Tinoyo.

“Semangat ‘Sedulur Ojo Nganti Luntur’ harus terus dijaga sebagai fondasi utama kebersamaan keluarga,” pungkas Bagus.

Penulis : Oki

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Mabes TNI Gencarkan Pencegahan Karhutla di Pelalawan, Kearifan Lokal Jadi Kekuatan
Polsek Laren Atur Lalu Lintas Pagi di Jalur Sekolah, Cegah Macet dan Kecelakaan di Lamongan
Bhabinkamtibmas Pelangwot Cek Bibit Cabai, Dukung Ketahanan Pangan di Lamongan
Suporter Persekabpas Pasuruan Siap Jaga Ketertiban Jelang Liga 3 Jawa Timur
Belum Ada Kehamilan dari Program IVF, RSUD H. Moh. Ruslan Evaluasi Kasus Pasien
Polsek Tikung Pantau Panen Biji Kangkung, Dorong Warga Lamongan Perkuat Ketahanan Pangan
Di Hadapan Ribuan Jamaah Suko, Bupati Subandi Tekankan Pentingnya Menjaga Kerukunan
Pasuruan Woman’s Run 2026 di Taman Dayu, Pelari 12 Tahun Tuntaskan 5K dalam 18 Menit 13 Detik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 16:49

Mabes TNI Gencarkan Pencegahan Karhutla di Pelalawan, Kearifan Lokal Jadi Kekuatan

Selasa, 15 September 2026 - 16:04

Polsek Laren Atur Lalu Lintas Pagi di Jalur Sekolah, Cegah Macet dan Kecelakaan di Lamongan

Selasa, 15 September 2026 - 15:32

Bhabinkamtibmas Pelangwot Cek Bibit Cabai, Dukung Ketahanan Pangan di Lamongan

Senin, 14 September 2026 - 13:45

Suporter Persekabpas Pasuruan Siap Jaga Ketertiban Jelang Liga 3 Jawa Timur

Senin, 14 September 2026 - 13:38

Belum Ada Kehamilan dari Program IVF, RSUD H. Moh. Ruslan Evaluasi Kasus Pasien

Berita Terbaru