KLATEN, RadarBangsa.co.id – Halal Bihalal Trah Kerto Tinoyo berlangsung hangat dan penuh keharuan di kediaman Wahyudi, Mondokan, Klaten, Minggu (22/3/2026). Sekitar 200 anggota keluarga dari berbagai daerah hadir dalam momentum Lebaran tersebut.
Kegiatan ini menjadi ajang temu lintas generasi yang mempertemukan dua garis keluarga besar, yakni Bani Marno Suwarto Tawar dan Bani Wiryo Sumarto. Suasana kekeluargaan terasa kental sejak awal hingga akhir acara.
Rangkaian acara diawali dengan pemaparan silsilah keluarga oleh Catur Budi Santoso. Ia menjelaskan asal-usul keturunan yang berakar dari Mbah Kerto Tinoyo melalui garis Ibu Harjo Wiji, kemudian diteruskan oleh Mbah Wiryo Sumarto dan Bapak Tawar Marno Suwarto.
“Mbah Wiryo Sumarto memiliki 10 anak, sedangkan Mbah Tawar Marno Suwarto memiliki 7 anak. Adapun Mbokde Harjo Wiji tidak memiliki keturunan,” ujar Catur.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan kekeluargaan di tengah kesibukan masing-masing. “Pertemuan ini merupakan anugerah yang patut disyukuri. Semoga silaturahmi keluarga semakin erat dan membawa keberkahan,” imbuhnya.
Perwakilan keluarga lainnya, Bagus dari Bani Wiryo Sumarto, turut menyampaikan rasa haru atas terselenggaranya acara tersebut. “Kami sangat bahagia bisa berkumpul kembali. Momen Lebaran seperti ini menjadi pengingat bahwa keluarga adalah tempat kembali,” ucapnya.
Momen paling emosional terjadi saat seluruh anggota keluarga saling bersalaman dan bermaaf-maafan. Tangis haru pecah, menandai kuatnya ikatan batin yang tetap terjaga meski terpisah jarak dan waktu.
Acara kemudian ditutup dengan ramah tamah dan hiburan sederhana. Kebersamaan yang terbangun menjadi simbol kuatnya nilai persaudaraan dalam keluarga besar Trah Kerto Tinoyo.
“Semangat ‘Sedulur Ojo Nganti Luntur’ harus terus dijaga sebagai fondasi utama kebersamaan keluarga,” pungkas Bagus.
Penulis : Oki
Editor : Zainul Arifin


















Komentar