Harga Minyak Global Naik, Gus Fawait Terapkan WFH dan Pangkas Acara

Sabtu, 21 Maret 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gus Fawait saat memberikan keterangan terkait efisiensi energi, Sabtu (21/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Gus Fawait saat memberikan keterangan terkait efisiensi energi, Sabtu (21/3/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Bupati Jember Gus Fawait mengambil langkah tegas dengan meniadakan open house Lebaran di Pendopo Wahyawibawagraha sebagai bagian dari kebijakan efisiensi energi. Keputusan ini diambil merespons gejolak geopolitik global yang berdampak pada kenaikan harga minyak dunia.

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya daerah mendukung kebijakan pemerintah pusat dalam menekan beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang terus meningkat.

Gus Fawait menjelaskan, fluktuasi harga minyak mentah akibat ketidakstabilan di Timur Tengah menjadi faktor utama perlunya penghematan. Pemerintah daerah diminta tidak abai terhadap dampak global yang berimbas langsung pada anggaran negara.

Sebagai bentuk konkret, Pemkab Jember memilih memangkas kegiatan seremonial yang dinilai tidak mendesak. Tradisi open house di pendopo yang biasanya digelar saat Lebaran pun ditiadakan tahun ini.

Selain itu, pemerintah daerah juga mulai menyiapkan skema kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi aparatur sipil negara. Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi konsumsi energi, terutama dari penggunaan kendaraan dinas dan operasional kantor.

“Sebagai bagian dari NKRI, kita harus peka terhadap kondisi global. Jika konsumsi tidak dikendalikan, beban subsidi negara akan semakin membengkak,” ujar Gus Fawait, Sabtu (21/3/2026).

Ia menegaskan, kebijakan efisiensi ini bukan karena kelangkaan BBM di Jember. “Stok energi aman. Ini murni langkah antisipasi agar beban negara tetap terkendali,” tambahnya.

Kebijakan ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah daerah mulai menyesuaikan diri dengan tekanan ekonomi global. Efisiensi anggaran dan energi berpotensi menjadi tren baru di berbagai daerah.

Penerapan WFH juga membuka peluang transformasi pola kerja birokrasi yang lebih fleksibel tanpa mengurangi kualitas pelayanan publik.

Meski tanpa open house formal, Gus Fawait memastikan silaturahmi tetap berjalan sederhana. “Kami tetap menerima tamu di pondok dengan jamuan ala kadarnya. Intinya mendukung gerakan efisiensi,” pungkasnya.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru