MATARAM, RadarBangsa.co.id – Peringatan Hari Anak Nasional 2026 dimanfaatkan Dharma Wanita Persatuan (DWP) RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram untuk memperkuat literasi kesehatan reproduksi bagi pelajar. Edukasi tersebut digelar di SMP dan SMA IT Nurul Quran Al Aziziyah, Kelurahan Mandalika, Selasa (28/7/2026), sebagai bekal menghadapi tantangan perkembangan teknologi digital sekaligus mencegah pernikahan usia dini.
Kegiatan bertema “Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Remaja di Era Digital” itu menyasar pelajar agar memiliki pemahaman yang benar mengenai kesehatan reproduksi, mampu menyikapi arus informasi digital secara bijak, serta terhindar dari perilaku yang berisiko terhadap masa depan mereka.
Ketua Dharma Wanita Persatuan RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, Baiq Cintai Dewi Wardani, menegaskan pendidikan kesehatan reproduksi harus diberikan sejak dini karena menjadi bekal penting bagi remaja dalam menjaga diri dan menentukan pilihan hidup secara bertanggung jawab.
“Kami ingin remaja memiliki pemahaman yang benar tentang kesehatan reproduksi sejak dini,” kata Baiq Cintai Dewi Wardani.
Menurutnya, pengetahuan tersebut menjadi benteng agar generasi muda terhindar dari berbagai risiko, termasuk pernikahan usia dini dan perilaku yang dapat merugikan masa depan. Edukasi juga menjadi bagian penting dalam membentuk generasi yang sehat, mandiri, dan memiliki kesiapan menghadapi tantangan kehidupan.
Ia menjelaskan perkembangan teknologi digital membawa banyak manfaat bagi dunia pendidikan, namun juga membuka ruang munculnya berbagai informasi yang perlu disaring secara bijak. Karena itu, penguatan literasi digital harus berjalan beriringan dengan pembentukan karakter melalui pendampingan keluarga dan sekolah.
“Remaja harus mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas dan bertanggung jawab. Jangan sampai kemudahan mengakses informasi justru membawa mereka pada perilaku yang berdampak negatif bagi kesehatan fisik maupun mental,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, tenaga medis RSUD H. Moh. Ruslan memberikan materi mengenai kesehatan reproduksi remaja dan kesehatan remaja di era digital. Penyuluhan berlangsung interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab yang mendapat respons antusias dari para peserta.
Baiq Cintai Dewi Wardani berharap edukasi serupa terus dilaksanakan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah. Menurutnya, investasi pengetahuan sejak usia remaja menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Kami percaya membangun generasi unggul dimulai dari edukasi. Ketika remaja memiliki pengetahuan yang baik, mereka akan lebih siap menjaga kesehatan, merencanakan masa depan, dan menjadi generasi yang berkualitas bagi bangsa,” tutupnya.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar