Hari Guru Nasional 2025, Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Suarakan Keprihatinan Mendalam untuk Guru Honorer

Selasa, 25 November 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

(Kiri) Lia Istifhama menyampaikan pesan haru pada peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Jawa Timur. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

(Kiri) Lia Istifhama menyampaikan pesan haru pada peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Jawa Timur. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Jawa Timur berlangsung dengan nuansa haru, terutama ketika perhatian publik kembali tertuju pada guru-guru honorer yang selama ini bekerja dalam keterbatasan. Dalam momentum tersebut, anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyampaikan pesan yang mengundang keprihatinan sekaligus refleksi mendalam.

Lia menilai, wajah keberhasilan pendidikan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari peran guru yang mengajar dengan konsistensi dan pengabdian. Namun di balik itu, banyak dari mereka, terutama yang berstatus honorer, masih menjalani rutinitas berat dengan kesejahteraan jauh dari layak.
“Di balik senyum para guru, ada beban yang sering tidak kita lihat. Banyak yang tetap mengabdi meski pendapatan tidak mencukupi kebutuhan harian,” ujarnya.

Ia menyebut guru honorer sebagai “pahlawan yang jarang disorot”, mengingat tanggung jawab besar mereka yang tidak sebanding dengan penghargaan yang diterima. Lia menyampaikan, masih banyak cerita guru yang terpaksa mengambil pekerjaan sampingan untuk menutupi biaya hidup keluarga.
“Ini bukan sekadar statistik. Ini kisah nyata. Mereka memikul amanah besar namun menerima penghargaan kecil. Pemerintah perlu hadir lebih kuat,” tegasnya.

Selain mendorong peningkatan kesejahteraan, Lia meminta percepatan penyelesaian persoalan status honorer yang selama bertahun-tahun belum menemui kepastian. Menurutnya, tanpa kepastian tersebut, kualitas pendidikan sulit ditopang secara berkelanjutan.
“Kepastian status bukan hanya soal administrasi, tetapi bentuk penghormatan terhadap profesi guru,” tambahnya dalam pernyataan terpisah.

Lia juga mengajak masyarakat untuk tidak menunggu momen seremonial untuk menghargai guru, melainkan menjadikannya sebagai sikap sehari-hari.
“Kita semua berdiri di atas pondasi yang mereka bangun. Jangan biarkan pengabdian guru terasa sia-sia,” tuturnya.

Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini kembali menjadi pengingat bahwa masa depan pendidikan Indonesia tidak lepas dari tangan para pendidik—terutama mereka yang masih berjuang dalam bayang-bayang status honorer.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI
SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah
Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan
Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri
Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang
Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 10:47

Menaker Yassierli Ungkap 3 Karakter SDM yang Dibutuhkan di Era AI

Rabu, 4 November 2026 - 18:30

SMSI Siap Kawal Prabowo, Ini Sikap Organisasi Pers terhadap Pemerintah

Selasa, 3 November 2026 - 19:42

Yassierli Targetkan Pendampingan Produktivitas Menjangkau Ratusan Ribu Perusahaan

Selasa, 3 November 2026 - 07:46

Kemnaker-IWIP Perkuat SDM Lokal, 80 Persen Peserta Magang Masuk Kawasan Industri

Selasa, 3 November 2026 - 06:46

Lia Istifhama Turun Langsung, Donor Darah HUT DPD RI di Jatim Tembus 100 Orang

Berita Terbaru